Agen FBI Tewaskan Pria yang Berencana Mengebom Rumah Sakit

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 18 2189480 agen-fbi-tewaskan-pria-yang-berencana-mengebom-rumah-sakit-DTNL0XYI2j.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JEFFERSON CITY - Seorang pria yang dicurigai berencana menyerang rumah sakit yang merawat kasus-kasus virus corona (COVID-19) di Negara Bagian Missouri, Amerika Serikat (AS), tewas setelah baku tembak dengan FBI.

Pejabat FBI mengatakan insiden itu terjadi ketika agennya berusaha menangkap seorang pria berusia 36 tahun di Kota Belton sebagai bagian dari penyelidikan terorisme domestik.

Para pejabat mengatakan pria itu termotivasi oleh kepercayaan rasis dan anti-pemerintah.

Dia diduga mempertimbangkan berbagai target sebelum memutuskan untuk menargetkan rumah sakit karena wabah yang sedang menyebar saat ini.

Tersangka yang diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Timothy R Wilson, telah diawasi selama berbulan-bulan. Penyelidikan itu mengungkapnya sebagai seorang "ekstremis yang berpotensi melakukan kekerasan" yang telah mengungkapkan kebencian rasial dan agama.

Menurut FBI, Wilson sebelumnya mempertimbangkan untuk menyerang sebuah sekolah dengan sejumlah besar siswa kulit hitam, sebuah masjid dan sebuah sinagog. 

Dia dilaporkan memutuskan untuk menargetkan rumah sakit yang tidak diidentifikasi setelah pihak berwenang di Belton, Kansas City, mengatakan kepada penduduk untuk tinggal di rumah sebagai upaya membendung penyebaran virus corona.

"Wilson mempertimbangkan berbagai target dan akhirnya memutuskan (mengebom) rumah sakit daerah dalam upaya untuk melukai banyak orang, menargetkan fasilitas yang menyediakan perawatan medis kritis di lingkungan saat ini," demikian disampaikan pernyataan sebagaimana dilansir BBC, Kamis (26/3/2020).

Tersangka telah mengambil "langkah-langkah yang diperlukan untuk memperoleh bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat peledak," tambah pernyataan tersebut.

Baku tembak terjadi ketika agen-agen bersiap untuk menangkap Wilson, yang bersenjata, dan dia mencoba mengambil apa yang mereka yakini sebagai alat peledak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini