Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Longsor dan Tanah Ambles Tutup Akses Jalan Warga Gunungkidul

krjogja.com , Jurnalis-Senin, 06 April 2020 |12:15 WIB
Longsor dan Tanah Ambles Tutup Akses Jalan Warga Gunungkidul
ilustrasi
A
A
A

GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang terjadi dalam durasi lebih dari dua jam menimbulkan bencana tanah ambles dan longsor di Desa Candirejo, Semanu, Desa Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Seorang petani Ny Murtiyem (40) warga Plebengan, Candirejo, Semanu dilaporkan terperosok tanah ambles sedalam 3 meter. Sedangkan longsor di Desa Ngalang menutup akses jalan dan merusak jaringan air minum.

“Tidak ada korban dalam dua kejadian ini dan lokasi kejadian. Sudah kita tangani,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki MSi.

Untuk mengantisipasi ambles susulan lokasi bencana dipasang garis polisi dan warga diimbau tidak beraktivitas sekitar lokasi mencegah ambles susulan. Bencana tanah ambles yang terjadi di Desa Candirejo ini sudah yang kedua kalinya.

Beberapa hari lalu saat hujan deras terjadi juga ada tanah ambles, tetapi kebetulan terjadi pada malam hari. Sementara tanah ambles yang menimpa Ny Murtiyem warga setempat terjadi saat dia bersama suaminya Mujiyo (45) pergi ke ladang.

“Saat kakinya menginjak tanah langsung ambles dan korban terperosok sedalam 3 meter,” kata Kapolsek Semanu AKP M Fauzi.

Korban yang berada di dasar tanah yang ambles ini akhirnya ditolong warga setempat. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan lokasi ambles diberi garis polisi. Sementara dalam waktu yang bersamaan juga terjadi bencana longsor terdampak hujan deras di desa Ngalang, Gedangsari.

Sebuah lereng dengan ketinggian 8 meter yang berada di jalan besar tersebut longsor. Akibatnya ruas jalan tertimbun longsor dan tidak bisa difungsikan. Selain itu jaringan air minum rusak parah.

“Tim reaksi cepat BPBD bersama Tagana dan FPRB sudan melakukan evakuasi agar jalan bisa difungsikan lagi,” ucap Edy Basuki.

Secara geografis, karakteristik tanah di Gunungkidul terdiri dari sejumlah rongga dan terdapat sungai bawah tanah maupun goa. Pada lapisan tanah paling luar, jika tergerus banjir dan terdampak hujan deras sering terjadi tanah ambles.

Begitu juga di Kecamatan Gedangsari yang selama ini dipetakan sebagai wilayah rawan longsor. Tahun lalu tanah ambles di Kabupaten Gunungkidul akibat terdampak hujan deras terjadi di 17 lokasi tersebar di 7 desa. Terbanyak di Kecmatan Rongkop, hampir seluruh desa terdapat tanah ambles dengan beragam luas dari berdiameter 2 meter hingga mencapai 5 meter.

Data BPBD Gunungkidul, tanah ambles tidak hanya terjadi di kawasan ladang tetapi juga terjadi di sekitar permukiman penduduk. ”Intensitas hujan masih tinggi dan kami minta warga meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement