“Sejak awal dengan kasus Covid-19 kita ke Kospin Jasa ini salah satu program LPDB, meski pun ada kasus seperti ini kita tetap berjalan normal bahkan kita ingin lebih meningkatkan karena untuk mempertahankan perekonomian di daerah sehingga sangat tepat menurut saya dengan kondisi seperti ini LPDB bermitra dengan Kospin Jasa,” ujar Supomo.
“Jadi LPDB pada saat seperti ini harus ada di dalam masyarakat, ya masyarakat UMKM dan koperasi. Itulah keberadaan LPDB yang sekarang ini harus berperan sekali mempertahankan perekonomian masyarakat di sekitar Jawa Tengah ini,” tambahnya.
Kospin Jasa mengajukan permohonan pinjaman/pembiayaan dana bergulir senilai Rp50 miliar kepada LPDB-KUMKM dalam rangka menjalankan dan memperluas kegiatan usahanya. Dana tersebut akan disalurkan kepada UMKM yang menjadi anggota Kospin Jasa. Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Bulan Maret lalu Kospin Jasa mencatatkan jumlah anggota kurang lebih 300 ribu anggota.
“Mudah mudahan dana bergulir ini bisa kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk anggota-anggota kita terutama untuk menunjang usahanya dalam hal permodalan. Ini waktu yang tepat sekali di tengah pandemi Covid-19 ini tentu banyak usaha UMKM yang terganggu,” papar Andy Arslan Djunaid.
Andy berharap pinjaman dana bergulir ini akan bisa dimanfaatkan oleh Kospin Jasa dalam mendukung kegiatan usahanya, maupun untuk menjaga keberlangsungan UMKM mitra di tengah pandemi ini. Ia melanjutkan imbas ekonomi akibat penyebaran virus Corona sangat dirasakan kalangan dunia usaha termasuk pelaku koperasi dan UMKM.