Share

Siska Sarangheo Pembunuh Pemilik Salon Divonis Penjara Seumur Hidup

Era Neizma Wedya, iNews.id · Rabu 15 April 2020 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 340 2199387 siska-sarangheo-pembunuh-pemilik-salon-divonis-penjara-seumur-hidup-A5MtLwez8p.jpg Sidang virtual Siska Sarangheo melalui zoom (foto: Era Neizma/Sindotv)

LUBUKLINGGAU - Artis Linggau “Siska Sarangheo”, pembunuhan pemilik salon dijatuhkan hukuman seumur hidup oleh hakim Pengadilan Negeri kelas II A Kota Lubuklinggau, Selasa (14/4/2020).

Terdakwa Afriyanto alias Wahab alias UP alias Siska (39) divonis bersalah oleh hakim dengan kurungan penjara selama seumur hidup, karena ia terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana. Demikian terungkap pada persidangan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Selasa (14/4/2020).

Sidang yang di ketuai Majelis Hakim Iman Susanto, dihadiri penuntut umum Nanda Hardika dan Penasehat Hukum Terdakwa Ayub Zakaria. Sementara terdakwa Siska sidang dari dalam Lapas karena pendemi corona.

Karena terdakwa jauh, sidang dilaksanakan dengan video conference menggunakan aplikasi Zoom.

Di persidangan majelis menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar tindak pidana dalam pasal 340 KUHP dan menjatuhkan hukuman seumur hidup.

"Yang memberatkan terdakwa yakni terdakwa telah membuat saksi korban meninggal dunia, terdakwa sudah melakukan empat kali tindak pidana, terdakwa tidak melakukan perdamaian dengan keluarga korban,"kata Hakim dipersidangan. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa yakni terdakwa mengakui perbuatannya.

Atas putusan yang dijatuhkan oleh penuntut umum tersebut, membuat Penesahat Terdakwa Ayub Zakaria tidak terima dan meminta waktu satu pekan ke Majelis hakim untuk melakukan pikir-pikir.

Penasihat hukum menyampaikan dengan hasil sidang menyatakan pikir-pikir atas putusan dari Hakim Pengadilan Lubuklinggau yang telah menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup terhadap terdakwa.

Dalam waktu 7 hari kalender yang berikan hakim ini akan melakukan koordinasi dengan terdakwa untuk melakukan upaya hukum banding atau menerima hasil putusan tersebut.

Apabila dalam waktu 7 hari tidak memberi jawaban atas putusan tersebut dianggap menerima. Majelis hakim Iman Susanto memberikan waktu satu pekan kepada penasehat hukum untuk menyiapkan waktu untuk pikir. Selanjutnya sidang ditutup.

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya Warga Kelurahan Taba Jemekeh mendadak heboh dengan ditemukan sesosok mayat yang diketahui bernama Muhammad Ipung Effendi alias Ipung (60) dengan kondisi kepala pecah dan tubuh terdapat luka tusuk, Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi yang didapat penemuan mayat tersebut bertempat di Salon Ipung yang berada di Jalan Yos Sudarso NO.70 RT 11 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini