Mentan SYL juga menambahkan, sangat penting memanfaatkan dan mengelola sumberdaya lahan dan air. Kabupaten/Kota harus turut serta mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan yang dapat diwujudkan salah satunya dengan memperluas baku lahan sawah atau mengoptimalkan produktivitasnya.
“Pemerintah daerah saya minta memiliki komitmen yang sama untuk bisa mempertahankan lumbung pangan daerah, dengan mempertahankan lahan pertanian,” jelas SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy menambahkan, Kementan terus melakukan evaluasi keberjalanan program cetak sawah. Kementan harus memastikan lahan sawah baru yang dicetak benar-benar digunakan dan menghasilkan produksi padi.
"Kita evaluasi terus apakah lahan yang dicetak sejak 2014-2019 sudah dimanfaatkan atau belum, ini penting untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan," kata Sarwo Edhy.
Kegiatan cetak sawah ini juga didukung dengan ketersediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Ditjen PSP. Diketahui, areal Kelompok Tani Makarti Muti ini telah melakukan penanaman sebanyak dua Kali dan akan masuk pada musim yang ketiga.