JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudik saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020. Saat ini, Indonesia masih berjuang memutuskan mata rantai penularan virus corona.
Tim Komunikasi Publik Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kolonel Inf Kristomei Sianturi menjelaskan, keputusan melakukan mudik saat ini memiliki risiko tinggi. Masyarakat yang mudik berpotensi memunculkan penularan baru pada keluarga dan warga di kampung.
"Jangan mudik, kalau sayang pantang pulang," kata Kristomei dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (23/4/2020).
Baca juga: Larangan Mudik, KAI Batalkan Perjalanan dan Kembalikan Uang Tiket
Menurut eks Kapendam Jaya itu, langkah mengurungkan mudik di tengah wabah corona merupakan wujud rasa kasih sayang kepada keluarga yang ada di kampung halaman.