Imbas Corona, 335 TKI di Srilangka dan Maladewa Dipulangkan

Agregasi Balipost.com, · Sabtu 25 April 2020 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 244 2204633 imbas-corona-335-tki-di-srilangka-dan-maladewa-dipulangkan-cnxFYcSxZR.jpg Foto: KBRI Colombo

COLOMBO - Pada Jumat (24/4), KBRI Colombo melakukan repatriasi ratusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Indonesia dari Sri Lanka dan Maladewa. Dalam rilis yang diterima, disebutkan repatriasi menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan tujuan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dimas Prihadi, PF Protokol dan Konsuler KBRI Colombo Sri Lanka merangkap Maladewa mengatakan total ada 335 tenaga kerja (naker) migran dari Sri Lanka dan Maladewa yang pulang.

Repatriasi dilakukan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang dicarter khusus atas biaya perusahaan/resor dan PMI secara mandiri melalui fasilitasi KBRI Colombo dan Hayleys Aviation selaku General Sales Agent (GSA) Garuda Indonesia di Colombo, Sri Lanka.

Ia menyebutkan kepulangan para naker migran ini karena berhentinya operasi perusahaan dan resor-resor, terutama di Maladewa karena tidak lagi mampu membayar gaji secara penuh.

“Repatriasi menjadi jalan terbaik untuk menghindari terlantarnya PMI di bulan-bulan ke depan. Atas permintaan dari sejumlah perusahaan/resor dan PMI yang menetap di Sri Lanka dan Maladewa, KBRI Colombo memfasilitasi adanya repatriasi berkolaborasi dengan Hayleys Aviation,” ungkapnya.

Ia merinci sejumlah perusahaan yang meminta pemulangan PMI berasal dari Resor Lux (10); Resor Bintang 5 (36); Resor Bintang 4 (10); restoran (2); retail (1); manufaktur (1), Spa (8); dan sektor domestik (1). “Sebagian besar PMI yang bekerja di sektor-sektor ini tidak akan lagi menerima gaji secara penuh mulai bulan April ke depan,” jelasnya.

Dari total PMI yang direpatriasi, 80 persen diantaranya merupakan warga Bali. Sedangkan sisanya berasal dari beragam daerah, antara lain Surabaya, Makassar dan Lombok.

Selain repatriasi ke Denpasar, KBRI Colombo juga akan merepatriasi ratusan PMI lainnya dengan tujuan Jakarta yang sementara ini dijadwalkan pada akhir April. Repatriasi mandiri ini diharapkan dapat sebagai salah satu jalan keluar bagi permasalahan PMI khususnya di Maladewa akibat wabah COVID-19.

Berdasarkan data imigrasi Maladewa saat ini tercatat sebanyak 3.151 WNI menetap di Maladewa, yang sebagian besar diantaranya bekerja pada sektor pariwisata, konstruksi, perhotelan dan restoran. Sementara di Sri Lanka, terdapat sekitar 200 orang PMI dari 426 orang WNI yang tercatat oleh KBRI dan imigrasi Sri Lanka.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini