Sedang Jaga Portal Desa, Warga Sleman Jadi Korban Penembakan

Agregasi KR Jogja, · Senin 04 Mei 2020 21:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 510 2209164 sedang-jaga-portal-desa-warga-sleman-jadi-korban-penembakan-hTyioD1vjI.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SLEMAN - Salah seorang warga Dusun Ngelo, Desa Sukoharjo, Sleman, Yogyakarta menjadi korban penembakan, diduga pelakunya merupakan pencuri yang sedang dikejar oleh warga, pada Minggu 3 Mei 2020.

Sebelumnya kejadian, korban tengah berjaga di portal Covid-19 dan mendengar teriakan maling. Korban sempat mendengar suara letusan dan merasakan kesakitan di bagian tangan. Petugas Polsek Ngaglik masih mendalami proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adi membenarkan adanya peristiwa yang terjadi di Selatan Dusun Ngelo RT 02, RW 19. Ada dua korban yang mengalami luka tembak, salah satunya merupakan orang yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan atas nama BK (25) warga Babadan, Ngemplak, Sleman.

Sedangkan korban satunya merupakan warga setempat Haryadi (39) yang sedang berjaga di portal.

 Penembakan

“Korban ini mendengar teriakan maling dari warga lain. Dia sedang berada di portal hendak menghadang. Kemudian korban mendengar suara letusan dan merasa kesakitan di bagian tangan,” ungkap Tri Adi.

Kata dia, warga melakukan pengejaran karena pelaku mengonsumsi minuman keras dan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Awalnya warga hendak mengingatkan namun pelaku justru tak menggubrisnya. Saat ini petugas masih mendalami proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Untuk mengetahui jenis senjatanya, kami berkoordinasi dengan petugas Labfor Semarang. Termasuk senjata yang digunakan ini jenis organik atau bukan,” bebernya.

Warga yang terluka di bagian tangan langsung dibawa ke rumah sakit Kemasan Ngemplak Sleman. Tak lama setelah terdengar letusan yang pertama, terdengar letusan kedua dan mengenai HS. Pelaku terkena tembakan di bagian ibu jari kaki sebelah kanan bagian dalam kemudian dibawa ke rumah sakit Panti Nugroho.

“Kami juga meminta keterangan para saksi lainnya. Sejauh ini belum ada laporan dari warga yang merasa kehilangan barang berharga milik mereka,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini