Kapolsek Ditusuk, Kapolda Jambi: Hukum Harus Ditegakkan!

Azhari Sultan, Okezone · Selasa 12 Mei 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 340 2212849 kapolsek-ditusuk-kapolda-jambi-hukum-harus-ditegakkan-D6qQLAmTCv.jpg Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi (Foto : Okezone.com/Azhari)

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi akan menindak tegas dan mengusut tuntas semua pelaku tindak pidana minerba Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, yang melakukan sejumlah aksi kekerasan dan berujung penusukan Kapolsek Pelepat AKP Suhendri pada Minggu 10 Mei 2020.

"Hukum harus ditegakkan. Masyarakat tidak boleh seperti itu, jelas itu tidak benar. Kita akan tindak tegas dan usut tuntas masalah ini," ujar Irjen Firman saat dihubungi, Selasa (12/5/2020).

Terpisah, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, hingga saat ini semua pihak tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pengembangan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga masih menggali sejumlah keterangan dari sejumlah tokoh masyarakat di lokasi. "Kita akan tindak tegas seluruh pelaku PETI yang ada disana dan untuk kasusnya masih diselidiki," ungkapnya.

Diakuinya, situasi disana saat ini sudah mulai kondusif kembali. Tim gabungan dari Kepolisian daerah (Polda) Jambi dan Polres Bungo bersama TNI berhasil membebaskan personil Polres yang sempat disandera warga bersama pelaku PETI di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo yang terjadi pada Minggu lalu

Dari informasi yang dikumpulkan, kasus penegakan hukum tindak pidana minerba yang berujung penyanderaan personil kepolisian itu, berawal dari adanya tulisan masyarakat dalam status media sosial Facebook atas nama Abunyani Yani pada grup 'Bungo bebas bicara' yang diposting pada 7 Mei 2020 tentang adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Jumat 8 Mei 2020.

Mendapatkan informasi tersebut, tim dari Unit Tipidter Polres Bungo lngsung melakukan penyelidikan bersama dengan personil Polsek Pelepat dengan jumlah personil 13 orang.

Baca Juga : Penanganan Corona Ala Pemerintah Bikin IDI Kebingungan

Selanjutnya, petugas langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) PETI di Desa Batu Kerbau.

Memasuki area pertambangan, petugas menemukan adanya alat berat yang digunakan oleh orang-orang yang melakukan pertambangan tanpa izin, namun sudah ditinggalkan oleh pekerjanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini