Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 18 Mei: Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 18 Mei 2020 |09:01 WIB
 Peristiwa 18 Mei: Mahasiswa Duduki Gedung DPR/MPR RI
foto: istimewa
A
A
A

Terdiri dari lebih kurang 50 orang ketua lembaga kemahasiswaan, kontingen ini menunjuk Henri Basel (Ketua Senat Mahasiswa IKIP Jakarta) sebagai koordinator aksi dan Heru Cokro (Ketua Badan Perwakilan Mahasiwa UI) sebagai koordinator lapangan.

 Mahasiswa

Pada sore hari tanggal 18 Mei 1998, kontingen berhasil menemui pimpinan dewan bersama komponen-komponen aksi lain, dan mendapatkan pernyataan dari ketua DPR/MPR RI saat itu, Harmoko, yang menyerukan pengunduran diri Soeharto.

Pernyataan ini pun disambut positif oleh para anggota kontingen, namun ketika komponen-komponen aksi lain memutuskan untuk sementara pulang, kontigen mahasiwa tersebut justru memutuskan untuk bermalam sampai Soeharto benar-benar mundur dari kepresidenan sekaligus mempersiapkan kedatangan massa mahasiswa dari kampus masing-masing keesokan harinya.

Menduga proses aksi dan tuntutan akan berjalan lancar setelah seruan dari Harmoko, malah terjadi sedikit kepanikan pada para anggota kontingen ketika pada malam harinya. Saat itu, Jenderal Wiranto (Menhankam dan Pangab) menyatakan bahwa seruan Harmoko tidak konstitusional.

Kepanikan ini makin menjadi-jadi ketika di saat-saat berikutnya kontingen terus menerus mendapat informasi bahwa Gedung DPR/MPR RI akan diserbu dan dikosongkan tentara. Sempat terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kontingen, antara memutuskan pulang atau tetap bermalam. Pada akhirnya kemudian komitmen akhir seluruh kontingen adalah tetap bermalam, apapun yang terjadi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement