nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Blora di Jalur Pantura: Bukan Mudik, Tapi Pulang Kampung

Fathnur Rohman, Okezone · Kamis 21 Mei 2020 13:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 21 525 2217527 warga-blora-di-jalur-pantura-bukan-mudik-tapi-pulang-kampung-ymYDWXWMRs.jpg Foto Ilustrasi Okezone

CIREBON - Memasuki H-3 Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura), Cirebon, Jawa Barat mulai dipadati pemudik.

Pantauan Okezone di lokasi, pemudik mulai memadati Jalur Pantura Cirebon sejak Kamis pagi. Mereka datang dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rata-rata kendaraan yang melintas merupakan kendaraan berplat nomor luar daerah Cirebon.

Rudi, salah satu pemudik asal Blora, Jawa Tengah ini mengaku, dirinya terpaksa melakukan mudik karena penghasilannya terganggu akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ia juga rindu kepada keluarganya di kampung halaman.

"Ini bukan mudik, tapi pulang kampung," kata Rudi kepada Okezone, Kamis (21/5/2020).

 Baca juga: H-3 Lebaran, Pemudik dari Luar Daerah Mulai Padati Jalur Pantura Cirebon 

Ia pun berangkat dari Jakarta sejak pukul 03.00 WIB dini hari, dan tidak ada penyekatan yang dilakukan pihak kepolisian selama perjalanan pulang kampung. "Berangkat jam 3 subuh tadi. Enggak ada penyekatan. Aman-aman aja," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Andi, pemudik asal Kendal, Jawa Tengah. Andi menerangkan, dirinya terpaksa mudik karena ia sudah dirumahkan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga ia memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya.

"Diliburin sih, jadi bingung kalau enggak mudik. Saya tujuan ke Jateng," ujar Andi.

 Baca juga: Hari Pertama PSBB Tahap 2, Warga Cirebon Padati Mal Belanja Baju Lebaran

Andi sendiri tidak menampik kalau dirinya sudah melanggar aturan. Sebab saat ini ada beberapa daerah yang sedang menerapkan PSBB. Termasuk daerah di sepanjang Jalur Pantura. Meski demikian, ia mengaku tetap harus melakukan mudik.

Rencananya, sambung dia, sesampainya di rumah, Andi akan segera melapor ke pemerintah desa setempat. Sebab, ia datang dari arah Jakarta, yang merupakan wilayah episentrum sebaran Covid-19.

"Nanti saya melapor. Karena datang dari Jakarta. Namanya juga terpaksa. Jadi tidak ada pilihan lain," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini