Marbot Masjid di Palembang Dikeroyok Saat Membangunkan Sahur

Era Neizma Wedya, iNews · Jum'at 22 Mei 2020 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 22 610 2217796 marbot-masjid-di-palembang-dikeroyok-saat-membangunkan-sahur-VCZOpOZNja.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PALEMBANG - Terjadi insiden pengeroyokan saat membangunkan sahur terhadap marbot masjid di Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian ini terekam CCTV dan viral di media sosial.

Aksi itu terjadi Kamis 20 Mei 2020 sekitar pukul 03.00 WIB. Awal kejadian seperti biasa remaja Masjid Al-Saleh, Karang Anyar membangunkan orang untuk sahur memakai pengeras suara, dan selama ini tidak ada yang protes, bahkan malah menuai pujian dan support dari masyarakat.

Dan pada hari kejadian sekitar pukul 03.00 WIB, datang sekelompok orang yang tidak setuju dengan cara membangunan sahur yang di dilakukan marbot, datang ke Masjid, marah dan mengajak duel marbot.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit itu terlihat marbot masjid, Dayu Anggi masih pakai sarung saat terlibat duel dengan pelaku.

Baca juga: Mahfud MD Buka Suara soal Sindiran "Masjid Ditutup Tapi Mal Dibuka"

Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan berdasarkan keterangan dari korban, lima pelaku datang secara tiba-tiba, sambil marah-marah minta agar berhenti membangunan sahur.

“Pelaku masuk masjid masih menggunakan sandal dan sempat ditegur oleh korban, namun salah satu pelaku malah mengajak duel tidak dihiraukan oleh korban,” katanya.

Kemudian korban meminta kelima pelaku untuk meninggalkan masjid. Dan setelah di luar masjid salah satu pelaku AR menendang tong sampah hingga pecah.

Kemudian melihat tong sampah pecah dan tidak lagi bisa digunakan korban pun tersulut emosi. Sebab korban merasa bertanggungjawab terhadap apa yang terjadi di masjid karena menjadi pengurus.

"Korban yang merasa bertanggungjawab dengan tindakan dilakukan para pelaku, langsung melepaskan jubbas putihnya untuk meladeni para pelaku, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan mengalami luka memar di kepala," jelas Suryadi.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini