Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Penumpang KRL Padat: Social Distancing Tak Berlaku

Widi Agustian , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2020 |17:47 WIB
Curhat Penumpang KRL Padat: <i>Social Distancing</i> Tak Berlaku
Penumpang KRL Berjubel dalam satu gerbong/Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Kepadatan penumpang terlihat di dalam KRL Commuter Line dari Jakarta menuju Bogor. Situasi yang terjadi ini tentu saja membuat protokol kesehatan social distancing tidak bisa berlaku.

Padahal, minimal jarak antar penumpang adalah 1 meter. Sementara yang terjadi di kereta ini, bahkan tidak ada jarak. Dan penumpang saling bersentuhan akibat padatnya kondisi di dalam kereta.

VP Corporate Communications, PT KCI, Anne Purba sebelumnya menjelaskan, pihaknya hanya melayani perjalanan KRL dengan jam operasional pukul 05.00-08.00 WIB pada pagi hari. Kemudian, dilanjutkan pukul 16.00-18.00 WIB pada sore hari di seluruh lintas perjalanan.

“Pada waktu-waktu di luar jam operasional tersebut, stasiun akan ditutup,” kata Anne dalam keterangannya.

Ia menyebut, pihaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker saat berada di stasiun maupun di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh saat akan naik KRL, penerapan physical distancing, serta membatasi hingga 60 orang per kereta.

Baca Juga: KRL Tujuan Bogor Padat saat Lebaran, Protokol Kesehatan Diabaikan

"Keluhanya penumpang itu, di stasiun diberlakukan yang namanya social distansing, tapi di dalam kereta itu tidak ada pemberlakuan seperti itu. Maksimal 60 orang, tapi karena pengurangan KRL kaya gini yang terjadi malah penumpukan penumpang di setiap stasiun," tutur Eka, salah seorang penumpang yang merupakan pekerja di daerah Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement