14 Tahun Tragedi Gempa Yogyakarta, Berikut Fakta-Faktanya

Agregasi KR Jogja, · Rabu 27 Mei 2020 15:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 27 510 2220403 14-tahun-tragedi-gempa-yogyakarta-berikut-fakta-faktanya-XjSV3Aj2kn.jpg Gedung rusak karena gempa di Yogyakarta. Foto: KrJogja

YOGYAKARTA – Tragedi gempa tektonik meluluhlantakkan Kabupaten Bantul di Yogyakarta dan Klaten di Jawa Tengah 14 tahun lalu, tepatnya 27 Mei 2006 pukul 05:55:03 WIB. Gempa berkekuatan 5,9 SR merusak sejumlah gedung dan situs-situs bersejarah.

Namun dikutip dari laman KrJogja pada Rabu (27/5/2020), United States Geological Survey melaporkan gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter. Berikut beberapa fakta saat terjadinya gempa bumi itu:

1.Lokasi Gempa

Lokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terjadi di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km itu di release sesaat setelah terjadi gempa.

Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta.

Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.

2.Gempa Susulan

Akibat gempa itu, 70% rumah di Kecamatan Jetis rata dengan tanah dan gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB, 08:15 WIB dan 11:22 WIB. Gempa Bumi tersebut mengakibatkan banyak rumah dan gedung perkantoran roboh, sertainstalasi listrik dan komunikasi rusak. Bahkan 7 hari sesudah gempa, banyak lokasi di Bantul yang belum teraliri listrik.

Gempa Bumi juga mengakibatkan Bandara Adi Sutjipto ditutup sehubungan dengan gangguan komunikasi. Kerusakan bangunan dan keretakan pada landas pacu, membuat penerbangan dialihkan ke Bandara Achmad Yani Semarang dan Bandara Adisumarmo Solo.

3.Situs Kuno dan Lokasi Wisata Rusak

Makam Raja-Raja Jawa di Imogiri, Bantul rusak. Candi Prambanan mengalami kerusakan yang cukup parah dan ditutup. Kerusakan yang dialami candi prambanan kebanyakan adalah runtuhnya bagian-bagian gunungan candi dan rusaknya beberapa batuan yang menyusun candi Makam Imogiri juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Beberapa kuburan di Imogiri amblas, lantai-lantai retak dan amblas, sebagian tembok dan bangunan makam yang runtuh, juga hiasan-hiasan seperti keramik yang pecah.

Baca Juga: Sudah 164 Kali Gempa Guncang Bengkulu, 11 Kali Dirasakan

Salah satu bangsal di Kraton Yogyakarta, yaitu bangsal Trajumas yang menjadi simbol keadilan ambruk.

Candi Borobudur yang terletak tak jauh dari lokasi gempa tak mengalami kerusakan berarti

Objek Wisata Kasongan mengalami kerusakan parah saperti Gapura Kasongan yang patah di kiri dan kanan gapura dan ruko-ruko kerajinan keramik yang sebagian besar rusak berat bahkan roboh.

4.Gedung Rusak Parah

Mall Saphir Square mengalami kerusakan parah di lantai 4 dan 5. Tembok depan roboh hingga berlubang, kanopi teras ambruk.

Mall Ambarukmo Plaza yang saat itu belum lama dibuka, mengalami kerusakan tak terlalu parah. Beberapa bagian tembok terlihat retak-retak dan terkelupas.

Baca Juga: Peristiwa 27 Mei Gempa Yogyakarta & Lumpur Lapindo Sidoarjo

GOR Among Rogo mengalami kerusakan parah. Atapnya roboh dan hanya tersisa tembok di sisi-sisinya.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kerja Sama di Jl. Parangtritis rusak sangat parah. ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km.6,5 juga rusak parah.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini