Kawasan Malioboro Menggeliat Jelang Penerapan New Normal

krjogja.com, · Jum'at 29 Mei 2020 15:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 29 510 2221575 kawasan-malioboro-menggeliat-jelang-penerapan-new-normal-3cj6tVUnbB.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

YOGYAKARTA - Menuju penerapan new normal, ratusan pelaku bisnis di kawasan Malioboro, Jalan Ahmad Yani Yogyakarta menyiapkan diri untuk buka bertahap hingga bisa buka seluruhnya. Industri wisata juga menyiapkan paket wisata yang sesuai pasca pandemi virus corona atau Covid-19.

“Saat ini dari total 220 toko, pada awal Juni nanti sekitar 30 persen siap buka kembali setelah tutup selama 2 bulan di masa pandemi Covid-19. Tergantung ramai atau sepinya pengunjung nanti toko-toko lainnya menyusul,” tutur Koordinator Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Karyanto Yudomulyono, seperti dikutip dari KRJogja.com, Jumat (29/5/2020).

Sebagian toko, sambungnya, masih ragu membuka kembali tokonya. “Saat ini omzet penjualan mulai meningkat, PKL sepanjang Jalan Malioboro, A Yani juga berencana buka kembali pertengahan Juni ini. Sebagian PKL juga sudah mulai buka,” tuturnya.

Karyanto berharap kondisi Jalan Malioboro dan A Yani segera pulih. “Yogya selain Kota Pariwisata dan Kebudayan, predikatnya bisa ditambah sebagai Kota Bisnis dan Kota Perdagangan di New Era Normal nantinya,” kata Karyanto menyebutkan 10.000 lebih warga terdiri dari pemilik Toko, karyawan, PKL dan keluarga dan lainnya hidup dari geliat bisnis di kawasan Malioboro

Baca Juga : Jelang New Normal, Masjid Agung Pekalongan Gelar Sholat Jumat

Terpisah Ketua Asita (Asosiasi Tour & Travel) DIY Udhi Sudiyanto menyebutkan Asita mempelajari kecenderungan perilaku baru karena pandemi Covid-19. Diantaranya menyiapkan short trip package, family package, dan individual package. “Asita memperhatikan aturan setiap destinasi, T.dak hanya kebersihan saja, pembatasan jumlah kunjungan, jarak pengunjung dan lainnya diperhatikan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Asita akan mempromosikan tertuju pada market yang dekat saja. “Artinya kita menyasar market market yang dekat dan bukan secara geografis jauh dari Yogyakarta. Meskipun kita tetap melakukan soft campaign ke market yang jauh ini,” jelasnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini