Kerusuhan Minneapolis Meluas, KJRI Chicago Konfirmasi Tak Ada WNI Jadi Korban

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 30 Mei 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 18 2221977 kerusuhan-minneapolis-meluas-kjri-chicago-konfirmasi-tak-ada-wni-jadi-korban-H013KL1QGm.jpg Foto: Reuters.

ILLINOIS – Kerusuhan di Minneapolis dan St. Paul, Minnesota, menyusul kematian George Floyd oleh polisi, telah membuat suasana di Kota Kembar itu mencekam. Protes yang mulanya digelar secara damai telah berubah menjadi perusakan, penjarahan, pembakaran, dan bentrokan dengan aparat keamanan.

Hingga Jumat, sedikitnya satu orang dilaporkan telah tewas dalam rangkaian kerusuhan yang telah berlangsung sejak Rabu (27/5/2020).

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Minneapolis dan St. Paul untuk mengetahui keadaan mereka. Menurut KJRI Chicago, sejauh ini tidak ada WNI di kedua kota itu yang menjadi korban dari kerusuhan yang terjadi.

“KJRI Chicago telah berkomunikasi dengan WNI di area Twin Cities dan hingga Jumat pagi (29/5/2020), dimana seluruh WNI berada dalam kondisi aman,” demikian keterangan dari KJRI Chicago yang diterima media, Sabtu (30/5/2020), menggunakan julukan kedua kota tersebut.

“KJRI Chicago juga telah dan terus menghimbau semua WNI untuk tetap memprioritaskan keamanan dan menghindari daerah kerusuhan, serta mematuhi anjuran dari pemerintah setempat, melalui kanal komunikasi Whatsapp dan media sosial.”

Gubernur Minnesota, Tim Walz telah menetapkan keadaan darurat di Minneapolis dan St. Paul sejak Kamis pagi (28/5/2020), yang akan berlaku hingga Sabtu. Garda Nasional juga telah diterjunkan ke Kota Kembar tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, video yang beredar memperlihatkan adegan penahanan yang berujung pada kematian Floyd. Dalam video itu terlihat seorang polisi menekan lututnya di leher Floyd, meskipun dia berteriak mengatakan tidak bisa bernafas.

Floyd akhirnya tewas, memicu kemarahan publik atas kekejaman polisi, terutama terhadap warga kulit hitam.

Keempat polisi yang diduga terlibat dalam kematian Floyd dilaporkan sudah dipecat dari dinas kepolisian. Namun, pengunjuk rasa dan keluarga Floyd menuntut Derek Chauvin, petugas yang menindih leher Floyd, untuk ditangkap dan dijatuhi hukuman karena menghilangkan nyawa seorang pria yang tidak melawan saat ditangkap.

Unjuk rasa telah meluas ke kota-kota di negara-negara bagian lain di AS, termasuk Atlanta, Washington DC, Cleveland, dan Nashville.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini