Viral Pantai Sindu Bali Kembali Dibuka, Warga Minta Pengunjung Dibatasi

Dewa Partika, iNews · Senin 01 Juni 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 340 2222771 viral-pantai-sindu-bali-kembali-dibuka-warga-minta-pengunjung-dibatasi-FtGk7ZKSyQ.jpg Pecalang jaga Pantai Sindu, Bali. Foto:iNews

BALI - Di Tengah Kota Denpasar yang masih melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, kawasan Pantai Sindu di Sanur dibuka oleh warga pada Minggu 31 Mei 2020 sore.

Video pembukaan portal menuju pantai itu pun viral di media sosial. Lalu sejak Senin (1/6/2020) pagi pengunjung mulai berdatangan.

Dalam video itu tampak pembukaan portal oleh sejumlah warga. Dalam rekaman disebutkan pembukaan portal dihadiri kepala lingkungan Sindu Kaja atau kelian adat serta sejumlah pecalang.

Saat spanduk pengumuman larangan masuk dilepas, sontak diikuti dengan tepuk tangan dari mereka yang ada di lokasi.

“Pantai Sindu mulai per tanggal 1 Juni 2020, disimbolisasi oleh Kelian Adat, Kelian Sindu Kaja diikuti oleh pecalang.... dan juga masyarakat Sindu. Pantai Sindu dibuka,” demikian suara dalam video tersebut.

Baca Juga: Banjir Rob Rusak Sejumlah Kafe di Jimbaran Bali, Pemilik: Ini Mirip 12 Tahun Lalu 

Pasca-portal dibuka suasana Pantai Sindu pun kembali ramai. Sebagian warga mengaku rindu berjemur di pantai.

Selain itu ada warung yang sebelumnya tutup kini kembali buka seperti biasa. Meski telah dibuka, sejumlah pedagang maupun warga yang berkunjung tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan memakai masker.

“Pantai Sindu boleh dibuka, tapi yang mau pengunjung yang ke sini itu terbatas dan diwajibkan pakai masker. Terus yang ke sini harus diseleksi biar enggak menyebarkan Covid-19,” ujar salah seorang warga setempat, Diah Widya Padmi.

“Harapannya semoga Covid-19 cepat selesai, dan Bali ini cepat bisa dibuka yang parawisatanya, tapi dibatasi parawisatanya. Ini biar semuanya bisa kerja,” tambahnya.

Baca Juga: Pandemi Corona, Pantai Kuta Ditutup Guna Hindari Kerumunan Massa 

Lebih lanjut kawasan Pantai Sindu mendapat penjagaan dari pecalang desa adat setempat. Belum ada imbauan dari petugas untuk meninggalkan kawasan wisata itu.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini