Banjir Rob Rusak Sejumlah Kafe di Jimbaran Bali, Pemilik: Ini Mirip 12 Tahun Lalu

Bagus Alit, iNews · Jum'at 29 Mei 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 340 2221438 banjir-rob-rusak-sejumlah-kafe-di-jimbaran-bali-pemilik-ini-mirip-12-tahun-lalu-urTO2pAzGR.jpg Banjir rob rusak sejumlah kafe di Bali. Foto: iNews

BALI - Banjir rob sebagai dampak air laut pasang di Pesisir Selatan Pulau Bali mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak. Contohnya sejumlah kafe di Jalan Pemelisan Agung, Pantai Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, rusak usai dihantam banjir.

Tak hanya itu, bencana ini juga merusak kafe-kafe yang berada di sepanjang kawasan Pantai Muaya, Jimbaran. Beruntung, banjir ini tidak memakan korban jiwa karena seluruh kafe di sana sedang tutup sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Pantauan di lokasi, di sana terdapat kafe yang berantakan bahkan ruangannya sampai dipenuhi pasir pantai.

Sang pemilik kafe di Jimbaran, Nyoman Sudarma menuturkan tahun ini terjangan gelombang tinggi dan banjir rob di Pantai Jimbaran merupakan salah satu yang terparah dalam satu dasa warsa terakhir.

Keganasan gelombang bahkan mirip dengan peristiwa 12 tahun silam yang juga menghancurkan bangunan kafenya. Sudarma bercerita, dirinya tak sempat menyelamatkan perlengkapan yang ada karena terjangan banjir rob secara bertubi-tubi datang secara tiba-tiba.

“Ini pernah ada kejadian dulu, kalau enggak salah ada 12 tahun lalu di musim-musim seperti ini , kejadiannya kalau enggak Mei ya Juni.,” ujarnya saat ditemui di kafenya yang sudah porak-poranda, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali, Ini Penyebabnya

Ia menambahkan pada bencana tahun ini, setelah tak mampu membuka pintu geser kaca yang posisinya berhadapan langsung dengan laut lepas, Sudarma akhirnya memilih berlari untuk menyelamatkan diri dan pasrah ketika melihat tempat usahanya rusak parah dihantam banjir rob. Akibat musibah tersebut, Sudarma mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

“Pada 12 tahun lalu lebih besar lagi daripada ini. Kalau memperbaiki kerusakan ini kira-kira puluhan juta,” ucapnya.

Lebih lanjut, sebelum terjadi cuaca ekstrem, para pemilik kafe di wilayah Jimbaran mengaku telah mendapat informasi dari BMKG terkait kemungkinan adanya fenomena banjir pesisir atau banjir rob disertai gelombang tinggi dan air laut pasang.

Nelayan di Pantai Jimbaran juga memilih untuk tak melaut menyusul adanya potensi gelombang laut yang mencapai lebih dari 2 meter di Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Selatan Bali, Selat Badung, Dan Selat Lombok.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Banjir Rob di Pesisir Lampung, Jawa, hingga Bali 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini