Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali, Ini Penyebabnya

Bagus Alit, iNews · Kamis 28 Mei 2020 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 340 2221098 banjir-rob-terjang-pesisir-selatan-bali-ini-penyebabnya-04ZLlUEFsN.jpg Pantauan BMKG soal penyebab banjir rob di Bali. Foto: iNews

BALI - Terjangan gelombang tinggi atau banjir rob di Pesisir Selatan Pulau Bali sudah terjadi sejak dua hari lalu. Pantai Kuta, Badung yang menjadi sentral pariwisata di Pulau Dewata menjadi salah satu titik yang terkena bencana ini.

Terjangan air laut di sana bahkan meluap hingga ke Jalan Raya Pantai Kuta. Air laut naik melalui masing-masing pintu masuk di sepanjang pantai tersebut.

Selain itu ombak besar dan terjangan gelombang tinggi juga mengikis pasir Pantai Kuta sehingga mengakibatkan abrasi. Bahkan gelombang pasang naik hingga Kantor Satgas Pantai Kuta dan tempat Konservasi Penyu kena imbasnya.

Selain di Pantai Kuta, banjir rob juga merusak sejumlah perahu nelayan tradisional di Pantai Petitenget. Beruntung insiden ini tak sampai menimbulkan korban jiwa karena seluruh kawasan pesisir pantai di wilayah selatan Bali saat ini masih ditutup demi mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah III, Iman Fatchurohman menjelaskan banjir rob yang menerjang kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini diakibatkan adanya sistem tekanan rendah yang tersistem di barat Australia.

Sistem ini menyebabkan angin kencang yang memicu gelombang tinggi, mulai dari pantai di Provinsi Lampung, selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Sejak Lebaran, Banjir Rob Terjang Pantai Selatan Tasikmalaya

“Sistem tekanan rendah di Australia yang persisten sehingga dapat penyebabkan terjadinya angin kencang yang dapat mengakibatkan gelombang tinggi,” ujar Iman pada Kamis (28/5/2020).

Selain gelombang tinggi, curah hujan di wilayah tersebut juga ikut meningkat. Faktor lain yang menyebabkan banjir rob adalah karena wilayah di Pantai Kuta atau pantai di bagian selatan Bali saat ini sedang mengalami periode air pasang atau fase bulan baru.

Lebih lanjut terjangan banjir rob juga mengakibatkan puluhan pohon perindang di sepanjang pesisir Pantai Kuta tumbang. Berdasarkan pantauan di lokasi pagi tadi, puluhan pohon tersebut tumbang karena tanahnya tergerus ombak air laut.

BMKG telah menyampaikan peringatan dini terhadap potensi banjir rob yang akan kembali menerjang kawasan pesisir akibat air laut pasang, gelombang tinggi, dan curah hujan tinggi.

Kepada masyarakat yang beraktivitas di pesisir dan sekitar pelabuhan diimbau senantiasa waspada dan siaga mengantisipasi dampak banjir ini.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspada Banjir Rob di Pesisir Lampung, Jawa, hingga Bali

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini