WASHINGTON - Setelah demo kematian George Floyd berakhir dengan kerusuhan, warga AS turut membersihkan jalanan dan coretan grafiti. Sementara salah satu pemilik restoran yang terbakar katakan: 'Gedung bisa dibangun kembali.'
Di berbagai kota AS, protes berawal damai dan berakhir dengan kekerasan dan kerusuhan. Di Washington, D.C., banyak restoran dan cafe di kawasan Gedung Putih yang mengalami kerusakan setelah dijarah.
Salah satunya adalah Teaism. Michelle Brown, co-owner Teasim, langsung mencuit: "Sebelum orang-orang berbicara atas nama kami. Black Lives Matter."
"Ada asuransi untuk menanggung hal seperti ini, tapi kami sangat sedih dan sakit hati tentang apa yang terjadi di negara ini," kata Linda Neumann, mitra bisnis Brown, kepada Washingtonian.
A row of businesses destroyed on W Lake St, just east of the 5th precinct in #Minneapolis pic.twitter.com/PdEOrX1Tst
— Charlotte Cuthbertson (@charlottecuthbo) May 31, 2020
Jendela cafe Dolcezza di Washington dipecah dengan perabotan teras. Mereka harus keluarkan USD1.200 (Rp17,5 juta) untuk menutup jendela dengan papan.