Demo Kematian George Flyod, Pedemo Ditangkap saat Ajak Polisi AS Berlutut

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 03 Juni 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 18 2223727 demo-kematian-george-flyod-pedemo-ditangkap-saat-ajak-polisi-as-berlutut-3mZZVn5ASF.jpg Slogan Black Lives Matter, simbol perlawanan warga Afrika-Amerika atas rasisme. (Foto/PBS)

CHARLESTON – Seorang pedemo ditangkap polisi di Charleston, South Carolina, saat mengajak petugas keamanan yang mengawal demonstrasi kematian George Flyod pada Minggu, 31 Mei 2020.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial , Jordan Jr terlihat memohon kepada para polisi untuk bersimpati dengan para demonstran yang "Anda semua adalah keluarga saya," ujarnya.

"Aku mencintai kalian semua. Aku menangis di malam hari karena aku merasakan kepedihanmu ... Aku merasakan sakitnya orang kulit hitam. Aku merasakan sakitnya orang kulit putih.

“Aku merasakan sakitnya polisi yang tidak bersalah. Kami semua takut, "serunya. "Kita harus berhenti hidup dalam ketakutan. Aku bukan musuhmu. Kamu bukan musuhku," tutur Jordan.

Ketika dia terus berbicara, para pengunjuk rasa lain berlutut di sampingnya, meletakkan tangan mereka di punggung dan bahu Jordan.

Sedangkan polisi tampak terus memegangi tongkat mereka. Jordan berkata, "Aku menyayangimu dan aku menghormatimu."

Namun dua orang petugas menangkap Jordan dan memborgolnya membwa dia ke penjara.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar lokal The Post and Courier , Jordan mengatakan dia ingin sekitar 200 orang berlutut di depan polisi untuk menunjukkan kepada polisi bahwa mereka bukan ancaman.

"Rencana saya adalah membuat semua orang di sebelah saya, berlutut, berlutut bersama saya," katanya kepada surat kabar tersebut.

"Menunjukkan kepada polisi bahwa kita bukan ancaman. Kami sama sekali bukan ancaman. Kami hanya ingin membuat dunia lebih baik," ujarnya.

Menurut catatan penangkapan Departemen Kepolisian Charleston , Jordan (23) ditangkap karena tidak mematuhi perintah.

Mengutip CBS, Rabu (3/6/2020) dia dibebaskan dari penjara keesokan paginya dengan uang jaminan USD465 (sekira Rp6,6 juta).

Menurut The Post and Courier, Kepala Polisi Charleston Luther Reynolds mengatakan bahwa demosntrasi mengaarh ke kerusuhan dan massa diperintahkan untuk bubar.

"Kami secara khusus meminta kepada mereka, berkali-kali untuk membubarkan diri," katanya kepada The Post dan Courier. "Kami katakan jika tidak, kamu akan ditangkap."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini