Share

30 Tahun Jadi Penjual Gado-Gado untuk Biaya Haji, Habibah Gagal Berangkat Tahun Ini

Amir Sarifudin , Okezone · Jum'at 05 Juni 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 340 2224925 30-tahun-jadi-penjual-gado-gado-untuk-biaya-haji-habibah-gagal-berangkat-tahun-ini-X7erFl6zOu.jpg (Foto: Amir Sarifudin/Okezone)

BALIKPAPAN - Kekecewaan Habibah (54) ibu paruh baya penjual gado-gado tidak bisa ditutupi saat ditanya terkait peniadaan haji tahun 2020.

Raut wajah lelah tapi sabar, dan beban jualan gado-gado junjung tidak menyurutkan niatnya untuk melangkah ke Tanah Suci tahun depan.

“Ya bagaimana lagi de namanya keputusan pemerintah kita ikuti saja. Ya tahun depan kita tunggu. Insya Allah,” kata Habibah penjual gado-gado di bilangan Klandansan, Balikpapan Kota saat ditemui (4/6).

Habibah yang berjualan gado-gado selama 30 tahun lalu mengaku hasil jualan ini menjadi modalnya mengumpulkan uang naik haji.

Habibah, warga Gang Melati, Klandasan, Balikpapan Kota, Wanita mengaku sudah menabung puluhan tahun untuk biaya perjalanan ibadah haji. Uang hasil jerih payahnya berjualan gado-gado, disisihkan sedikit demi sedikit.

"Mulai belum punya anak sampai punya cucu. Jualan gado-gado, dan cendol tapi sekarang dah gak cendol," katanya.

Habibah mengaku menabung sejak usia muda untuk niatnya menunaikan ibadah haji. "Ya sejak muda nabung kadang 20 ribuan kalau sekarang sebelum-sebelumnya gak segitu," ceritanya.

Habibah menjadi bakal calon haji bersama 327 calhaj asal Balikpapan, yang direncanakan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Namun rencana itu belum bisa direalisasikan setelah Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1441 Hijriah, dituangkan melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan Alfi Taufiq menyebut, keputusan pembatalan ini juga mempertimbangkan waktu pelaksanaan persiapan ibadah haji yang semakin dekat.

"Tidak memungkinkan jika harus menunggu lebih lama," katanya.

Alfi meminta agar calhaj yang gagal berangkat tahun ini dapat bersabar, dan menunggu kepastian untuk keberangkatan tahun depan. Tentu saja, sebab pihaknya akan mengusahakan calhaj tahun ini akan diprioritaskan dalam pelaksanaan haji tahun depan.

"Tidak perlu ditarik dana yang sudah lunas, karena tahun depan akan kita jadikan prioritas," katanya.

Namun pihaknya juga tak melarang jika ada calhaj yang ingin menarik dana yang sudah disetorkan, sesuai prosedur yang berlaku. Biaya haji tahun ini berkisar Rp38 juta.

Uang setoran awal yakni sekitar Rp25 juta, sedangkan sisanya sekitar Rp13 juta. "Kalau mau menarik yang Rp13 juta tidak apa-apa, tapi bukan prioritas berangkat haji tahun depan," ujarnya.

 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini