Pasutri Bandar Narkoba di Tasikmalaya Dapat Sabu dari Lapas Banceuy

Asep Juhariyono, iNews · Selasa 09 Juni 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 525 2226755 pasutri-bandar-narkoba-di-tasikmalaya-dapat-sabu-dari-lapas-banceuy-3CO6s2K5Qz.jpg Polisi tunjukkan barang bukti sabu dari penggerebekan bandar narkoba di Tasikmalaya. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA – Tim gabungan jajaran Polres Tasikmalaya Kota menggerebek bandar sabu yang merupakan pasangan suami istri F (40) dan KR (32) di vila di Kecamatan Cipedes. Bandar narkoba itu mengaku mendapat suplai sabu dari Lapas Banceuy, Bandung.

Berdasarkan buku catatan dari barang bukti berupa buku hasil transaksi selama Oktober 2019 sampai awal Juni 2020, tersangka sudah telah mendapatkan pengiriman sabu dan sudah diedarkan di wilayah Tasikmalaya ini sebanyak 6 kilogram. Sabu tersebut diperoleh tersangka dari seseorang bandar besar yang kini masih mendekam di Lapas Banceuy.

"Saya mendapatkan kiriman sabu berjumlah kiloan sejak bulan Oktober 2019 hingga saat ini dari teman saya yang saat ini masih mendekam di Lapas Banceuy, Bandung. Iya, saya mendapatkan sabu dari teman saya, yang masih mendekam di Lapas Banceuy. Saya tahu dan kenal karena dia teman saya. Sementara sistem pengirimannya yang dikendalikan dari dalam Lapas ini ke saya dengan menggunakan sistem tempel dan berkomunikasi melalui HP," kata F saat sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas di ruangan Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, Senin (8/6/2020).

Polisi tangkap bandar sabu di Tasikmalaya. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)

F yang juga merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama beberapa tahun yang lalu ini, mengaku yakin suplai sabu yang diedarkannya kembali di Tasikmalaya berasal dari Lapas Banceuy, Bandung, karena memang kenal dekat. Bahkan, setiap kali pengiriman ke Tasikmalaya dengan sistem tempel jumlahnya bisa mencapai 300 gram sabu.

"Dalam setiap pengiriman ke Tasikmalaya bisa mencapai 300 gram, dengan sistem tempel. Sebelum melakukan pengiriman biasanya melakukan komunikasi terlebih dahulu melalui HP, dengan teman saya yang sekarang ini masih mendekam di Lapas Banceuy, Bandung. Selama ini saya kirim uangnya lewat transfer rekening bank," katanya.

Tersangka sudah menjadi bandar sabu sejak delapan bulan yang lalu, awalnya sebagai pemakai sekaligus pengedar dengan jumlah paket kecil.

"Saya sudah tujuh hari menginap di hotel tersebut, dan setiap hari menyiapkan paket paket kecil untuk kembali dijual sesuai pesanan, setelah mendapatkan kiriman dari teman di Lapas Banceuy, ujarnya.


Baca Juga : 3 Bandar Sabu Ditangkap Polisi

Hingga saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka di ruangan Unit Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota untuk, sebagai pendalaman guna mengungkap jaringan lainnya.

Baca Juga : Polisi Bekuk Suami-Istri Pengedar Sabu di Vila Mewah Tasikmalaya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini