China Gunakan Kubis untuk Kuatkan Klaim di Pulau Sengketa Laut China Selatan

Agregasi VOA, · Kamis 11 Juni 2020 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 18 2228044 china-gunakan-kubis-untuk-kuatkan-klaim-di-pulau-sengketa-laut-china-selatan-ywOHYbU93q.jpg Pulau Woody di Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. (Foto: Google.inc)

KUBIS yang ditanam di sebuah pulau kecil di Laut China Selatan yang disengketakan akan membantu Beijing mengukuhkan klaimnya di wilayah itu. Tanaman itu diharapkan akan membuat lebih banyak orang tinggal di pulau tersebut dan membuktikan bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Media pemerintah Global Times melaporkan, personel Angkatan Laut China bulan lalu memanen 750 kilogram kubis di Pulau Woody di Kepulauan Paracel, Laut China Selatan. Mereka menggunakan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri untuk membudidayakan berbagai jenis kubis, seperti bokchoy dan selada, sebut media itu sebagaimana dilansir VOA.

Pulau Woody adalah wilayah sengketa dengan Vietnam dan Taiwan juga mengklaim pulau tersebut serta laut di sekitarnya. Lebih jauh ke selatan, di perairan seluas 3,5 juta kilometer persegi, Brunei, Malaysia dan Filipina bersaing dengan China dalam mengklaim Kepulauan Spratly.

Negara-negara itu sama-sama mengincar laut yang kaya ikan dan sumber daya energi. China telah mengungguli negara-negara pengklaim lainnya dalam bidang militer di sana sejak 2010.

Dengan bantuan tanaman palawija itu China akan membuktikan adanya aktivitas ekonomi di pulau sengketa tersebut, suatu nilai tambah dalam upayanya mendapatkan landasan hukum yang diakui internasional untuk menguasai Paracel, jelas para pakar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini