TOKYO - Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mencabut peringatan dini penyebaran Virus Corona atau diistilahkan sebagai "Tokyo Alert" pada Jumat 12 Juni 2020.
Dengan dicabutnya Tokyo Alert, pemerintah Tokyo masuk dalam penerapan kebiasaan baru. Keputusan tersebut diambil demi menggerakkan kembali ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat Covid-19.
Meskipun kemarin jumlah pasien baru di Tokyo masih tercatat 22 orang, secara keseluruhan kondisi penularan di Tokyo dianggap sudah membaik, dan kapasitas fasilitas kesehatan dianggap mencukupi.
Koike menyampaikan, masyarakat di Tokyo telah berganti fase, dari yang semula "Menahan Diri" menjadi "Melindungi Diri".
"Hampir semua fasilitas yang ada sudah mulai beroperasi, demi menghidupkan kembali ekonomi, alangkah baiknya bila kita juga mulai sedikit-demi sedikit menormalkan kembali aktivitas kegiatan dan juga konsumsi, dengan selalu waspada untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan," jelas salah satu WNI yang ada di Jepang, Yati Anggarini, Sabtu (13/6/2020).
Pada fase ini, secara garis besar fasilitas yang diizinkan untuk mulai beroperasi ada dua macam, fasilitas hiburan dan fasilitas bermain.
Fasilitas hiburan yang mulai dibuka pada fase ini contohnya adalah karaoke, net cafe, manga kissa dan tempat hiburan semula. Untuk fasilitas bermain seperti toko mahjong, pachinko, game center, taman bermain dan rekreasi.
"Dengan ini, yang tersisa masih belum beroperasi adalah fasilitas di dunia malam, di mana sampai akhir-akhir ini pun banyak dicatat pasien baru bermunculan, seperti bar, night club, fasilitas untuk orang dewasa dengan pelayanan hiburan," jelasnya lagi.
Sementara itu, untuk fasilias-fasilitas yang masih dibatasi operasinya, direncanakan pembatasan ini akan dicabut minggu depan pada tanggal 19 Juni 2020.
"Pastinya jadi khawatir juga ya dengan kebijakan ini, karena ketika masih ada batasan-batasan pun, penularan dari dunia malam ini berlangsung terus, bisa dibayangkan bila pembatasan-pembatasan ini dicabut," keluhnya.
Sebagai informasi, dari 22 orang pasien baru di Tokyo kemarin hari Kamis 11 Juni, 12 orang diketahui asal penularan, dan dari 12 orang ini, 5 orang dengan asal penularan dari aktivitas dunia malam.
"Mari kita berdoa semoga saja kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tetap tinggi, dan kondisi semakin membaik meskipun aktivitas ekonomi mulai hidup kembali," ungkapnya lagi.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.