Satu Warga Tewas Tersengat Listrik saat Banjir Melanda Bantaeng

Herman Amiruddin, Okezone · Sabtu 13 Juni 2020 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 609 2229272 satu-warga-tewas-tersengat-listrik-saat-banjir-melanda-bantaeng-STKZF87MKr.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

MAKASSAR - Seorang warga di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dilaporkan tewas tersengat listrik saat banjir merendam beberapa wilayah di kabupaten tersebut. Warga tersebut berasal dari Bantaeng.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Rini mengatakan, ada seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik.

"Warga yang meninggal merupakan warga asal Bantaeng. Dari informasi yang dihimpun, penyebabnya diketahui karena tersengat listrik," kata Rini kepada Okezone, Jumat (12/6/2020).

Sementara berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan terdapat tujuh kelurahan yang berada di dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Calendu.

 Mayat

Sungai meluap setelah tak mampu menampung debit air dari tingginya curah hujan pada Jumat sekitar 17.00 WITA.

Selain meluapnya Sungai Calendu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam Balang Sikuyu pada sisi kanan akibat tak mampu menahan derasnya debit air yang terus naik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan telah melakukan koodinasi dengan dinas terkait dan berbagai komponen untuk proses assesment, pendataan dan evakuasi sejumlah warga yang terdampak.

"Sementara para warga yang terdampak diungsikan ke Rumah Dinas Bupati Bantaeng," kata Raditya melalui pesan tertulisnya kepada Okezone.

Hingga ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara itu, kondisi di lapangan yang dapat dilaporkan adalah rumah warga banyak yang terendam banjir, perkebunan dan fasilitas umum lainnya juga terdampak banjir.

"Seluruh kerugian dan pendataan lainnya masih dalam proses di lapangan," ungkap Raditya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini