Share

Pengadilan Rusia Vonis Eks Marinir AS Penjara 16 Tahun Atas Tuduhan Mata-mata

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 18 2230918 pengadilan-rusia-vonis-eks-marinis-as-penjara-16-tahun-atas-tuduhan-mata-mata-Wup5fkQv5L.jpg Paul Whelan dalam persidangannya, 15 Juni 2020. (Foto: AFP)

MOSKOW - Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman 16 tahun kepada warga seorang Amerika Serikat (AS), Paul Whelan atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Vonis itu dijatuhkan 18 bulan setelah Whelan ditangkap di sebuah kamar hotel di Moskow.

Whelan, (50), yang juga merupakan warga negara Kanada, Irlandia dan Inggris, mengatakan persidangannya โ€œpalsuโ€ dan menyatakan dirinya tak bersalah. Setelah putusan Senin pagi (15/6/2020), Whelan langsung menyatakan bahwa ia bermaksud untuk mengajukan banding.

Ada saran bahwa Whelan dapat dikembalikan ke AS dalam pertukaran tahanan.

Pada Desember 2018, Whelan yang mantan anggota angkatan laut AS ditahan di hotel bintang lima Metropol di ibu kota Rusia setelah ia menerima perangkat USB dari petugas FSB, dinas keamanan federal Rusia, yang menyamar. Jaksa menuduh flash drive itu berisi informasi terkait dengan anggota dinas rahasia Rusia yang aktif bertugas. Pembelaan Whelan mengatakan dia adalah korban jebakan.

BACA JUGA: Rusia Tangkap Pria AS atas Tuduhan Spionase

Tim hukumnya bersikeras bahwa Whelan percaya dia menerima flash drive yang berisi foto-foto acara bersama yang dia dirikan dengan seorang pria Rusia yang dia yakini sebagai teman, alih-alih informasi yang sangat rahasia, demikian diwartakan RT.

BACA JUGA: Tersangka Mata-Mata AS Miliki Dokumen Rahasia Rusia saat Ditangkap

Whelan telah sering berkunjung ke Rusia sejak pertengahan 2000-an, dan ia dilaporkan muncul di radar dinas keamanan sebagai kemungkinan ancaman intelijen beberapa tahun sebelum penangkapannya.

Vonis terhadap Whelan telah membuat Pemerintah AS meradang, dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyerukan agar dia segera dibebaskan.

"Amerika Serikat marah dengan keputusan pengadilan Rusia hari ini untuk menghukum warga negara AS Paul Whelan setelah pengadilan rahasia, dengan bukti-bukti rahasia, dan tanpa izin yang layak untuk saksi-saksi pembela," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini