Korut Akan Gelar Kembali Latihan Perang di Zona Demiliterisasi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 17 Juni 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 18 2231432 korut-akan-gelar-kembali-latihan-perang-di-zona-demiliterisasi-KLr49rJv3S.jpg Foto: KCNA.

SEOUL – Korea Utara menyatakan akan mengirim pasukannya kembali ke daerah-daerah yang sebelumnya dilucuti dan menggelar lagi latihan militer di dekat perbatasan, di tengah ketegangan yang meningkat dengan tetangganya, Korea Selatan. Ketegangan yang mulanya dipicu oleh pengiriman balon-balon propaganda dari pembelot di Korea Selatan semakin parah setelah Pyongyang meledakkan kantor penghubung antara kedua negara pada Selasa (16/6/2020).

Dalam pernyataan yang dilansir Yonhap pada Rabu (17/6/2020), Militer Korea Utara menyatakan akan membangun kembali kehadiran pasukannya di wilayah Gunung Kumgang dan Kaesong, yang berada tepat di luar Zona Demiliterisasi sepanjang perbatasannya dengan Korea Selatan.

BACA JUGA: Semenanjung Korea Tegang, Pasukan Korut Siapkan Rencana Masuki Zona Demiliterisasi

Gunung Kumgang, sebuah resor di pantai timur Korea Utara, serta zona industri Kaesong adalah dua proyek ekonomi bilateral utama yang pernah menjadi simbol pemulihan hubungan dan kerja sama antara Seoul dan Pyongyang.

Ketegangan yang meningkat antara kedua Korea dalam beberapa pekan terakhir dimulai dengan keluhan dari Korea Utara bahwa Seoul tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan para pembelot mengirim selebaran dan literatur anti-pemerintah lainnya melintasi perbatasan, seringkali menggunakan balon.

Setelah mengancam akan memutuskan semua jalur komunikasi dengan Selatan awal bulan ini, pada Selasa (16/7/2020) Pyongyang menghancurkan sebuah gedung perkantoran yang didedikasikan untuk pembicaraan antara kedua belah pihak. Penghancuran itu direkam dalam video.

Berbasis di daerah perbatasan Kaesong, kantor tersebut didirikan pada 2018 setelah beberapa putaran pembicaraan antar-Korea, yang juga menghasilkan perjanjian militer membangun zona penyangga yang dilucuti.

BACA JUGA: Korut Ledakkan Kantor Penghubung Komunikasi dengan Korsel

Sementara Korea Utara menyebut kantor itu "tidak berguna" dan mengosongkan stafnya pada 2019 setelah perselisihan yang terpisah, konfrontasi terbaru membuat fasilitas itu ditutup untuk selamanya, dengan Pyongyang lebih lanjut bersumpah untuk membatalkan perjanjian militer 2018.

Seoul dilaporkan telah mengusulkan untuk mengirim utusan khusus untuk mengurangi ketegangan, tetapi Pyongyang menolak tawaran itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini