Semenanjung Korea Tegang, Pasukan Korut Siapkan Rencana Masuki Zona Demiliterisasi

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 16 Juni 2020 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 18 2230792 semenanjung-korea-tegang-pasukan-korut-siapkan-rencana-masuki-zona-demiliterisasi-7rLE4nEfta.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Pasukan Korea Utara siap untuk mengambil tindakan jika kelompok-kelompok pembelot terus melanjutkan dengan kampanye mereka untuk mengirim selebaran propaganda ke negara terisolasi itu.

Staf Umum Tentara Rakyat Korea (KPA) mengatakan telah mempelajari "rencana aksi" untuk memasuki kembali zona demiliterisasi dan "mengubah garis depan menjadi benteng pertahanan,” demikian diwartakan Reuters.

Sesuai namanya, zona demiliterisasi adalah kawasan di mana Korea Utara dan Korea Selatan mengurangi kekuatan militernya di bawah pakta antar-Korea.

"Tentara kami akan dengan cepat dan menyeluruh mengimplementasikan setiap keputusan dan perintah Partai dan pemerintah," kata KPA dalam sebuah pernyataan yang diumumkan kantor berita resmi KCNA.

Ketegangan meningkat ketika Pyongyang mengancam akan memutuskan hubungan antar-Korea dan mengambil tindakan balasan atas selebaran, yang membawa pesan-pesan kritis terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong-un termasuk pelanggaran hak asasi manusia.

Selebaran itu dikirim oleh beberapa kelompok pembelot bersama dengan makanan, uang kertas USD1, radio mini dan stik USB yang berisi drama dan berita Korea Selatan. Biasanya balon-balon itu dikirim melewati perbatasan yang dijaga ketat atau dalam botol melalui sungai.

Pada Sabtu (13/6/2020), Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim yang melayani sebagai pejabat senior Partai Buruh yang berkuasa, mengatakan ia memerintahkan militer untuk mempersiapkan tindakan selanjutnya.

Korea Selatan mengambil tindakan hukum terhadap dua kelompok pembelot, dengan mengatakan mereka menyulut ketegangan lintas-batas, menimbulkan risiko bagi penduduk yang tinggal di dekat perbatasan dan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Tetapi kelompok-kelompok itu mengatakan mereka bermaksud untuk terus maju dengan kampanyenya yang direncanakan minggu ini.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin (15/6/2020) mendesak Pyongyang untuk menjaga perjanjian damai yang dicapai oleh kedua pemimpin dan kembali ke dialog.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini