Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

SIMONTANA KLHK Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2020

Agustina Wulandari , Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2020 |22:33 WIB
SIMONTANA KLHK Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2020
Foto : Dok. KLHK
A
A
A

“Saya sangat tahu dan percaya bahwa hal itu bukanlah mudah saat pengembangannya, karena selain dari aspek teknik, juga disitu ada aspek nilai-nilai, seperti keterbukaan, integritas, kebersamaan, kerja yang terukur dan terbuka untuk menerima catatan-catatan kritis konstruktif, dan juga ada etos kerja, sifat kompetitif yang akan terus mendorong pada kemajuan,” tuturnya.

Menteri Siti menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras para ASN KLHK dalam memberikan pelayanan kepada publik.

SIMONTANA memiliki tujuan untuk menyediakan data penutupan lahan secara seri, termasuk perubahannya dalam bentuk deforestasi, reforestasi dan degradasi hutan untuk perencanaan dan pemantauan sumber daya hutan dan lingkungan hidup yang dapat mencerminkan tingkat keberhasilan antar periode.

SIMONTANA menyediakan data untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia per provinsi, di mana data penutupan hutan menjadi salah satu indikatornya.

Selain itu, SIMONTANA juga menyediakan data utama untuk penentuan lahan kritis, juga untuk kepentingan penyempurnaan tata kelola hutan melalui penyusunan Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) yaitu data hutan alam primer. Sistem ini juga menyediakan data untuk perencanaan pembangunan sektor kehutanan seperti RPJMN, RKTN, Alokasi Pemanfaatan, Rehabilitasi Lahan dan sebagainya.

NFMS atau SIMONTANA telah menjadi salah satu sistem pemantauan hutan nasional yang stabil, konsisten dan berlangsung cukup lama, lebih dari 20 tahun, dimana banyak pihak atau negara biasanya kesulitan dalam mengelola kesinambungan sistem sejenis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement