Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Antardesa Ambruk

Asep Juhariyono, iNews · Jum'at 19 Juni 2020 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 525 2233242 diterjang-banjir-bandang-jembatan-antardesa-ambruk-y5dTTjbfkX.jpg Jembatan ambruk di Tasikmalaya usai diterjang banjir bandang (foto: istimewa)

TASIKMALAYA - Sebuah jembatan yang membentang di atas Sungai Cimedang yang menghubungkan antara Desa Sindangasih dan Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya ambruk akibat diterjang banjir bandang, Jumat (19/6/2020). Akibatnya, akses jalan warga terputus.

Komandan Komando Militer (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf Imam Wicaksana mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan petugas BPBD dan kepolisian untuk melakukan penanganan sejalnjutnya.

"Kami sedang mencari akses jalan lainnya yang ada di lapangan. Kemungkinan, kita akan membuat jembatan darurat. Insyaallah besok pagi kita akan mulai beraksi," kata dia.

 Banjir

Ia menyebut, tak ada warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan itu. Menurut dia, masih terdapat akses jalan lain yang bisa dilalui warga. Hanya saja, jalan itu lebih jauh dan lebih sempit.

Putusnya jembatan, mengakibatkan warga tidak bisa melewati jalan itu, sehingga warga terpaksa harus memutar jalan yang lebih jauh jika ingin menuju desa lain.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, terjadi sejumlah kejadian bencana pada Jumat itu. Selain jembatan putus di Kecamatan Cikatomas, terdapat pula bencana tanah longsor di Kecamatan Cigalontang, Gunungtanjung, Cibalong, Sukaraja, Puspahiang, dan Parungponteng. Sementara itu, di Kecamatan Karangnunggal dan Sukaresik terjadi banjir.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, jembatan dengan panjang sekira 38 meter, dan lebar 4 meter itu terputus akibat banjir bandang yang terjadi di Sungai Cimedang pada hari Jumat sekira pukul 02.00 WIB. Banjir bandang itu disebabkan sungai tidak mampu menahan debit aliran air akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore (18/6). Dan tidak ada korban dalam kejadian ini.

Terkait bencana alam yang terjadi, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengatakan, wilayahnya memang merupakan daerah rawan bencana nomor dua di Jawa Barat, terutama bencana tanah longsor. Menurut dia, bencana itu merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi.

"Kita minta wilayah yang longsor, desa menyiapkan BTT (biaya tak terduga). Kita sebenarnya sudah siapkan anggaran Rp 14 miliar, tapi itu kan dipakai untuk Covid-19," kata dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini