Share

Bentrok Antar-Pesilat Pecah di Madiun, Warga Terjebak Alami Patah Tulang

Agregasi Solopos, · Sabtu 20 Juni 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 519 2233473 bentrok-antar-pesilat-pecah-di-madiun-warga-terjebak-alami-patah-tulang-Xbrx0Xwepi.jpg Lokasi bentrok antar-pesilat dipenuhi warga. Foto: Istimewa - Diambil dari Solopos

MADIUN – Bentrok antar-pesilat pecah di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Pertikaian tersebut dipicu sengketa suatu yayasan.

Bentrokan itu sendiri melibatkan ratusan pesilat, beberapa di antaranya mengalami luka. Salah satu korban yang mengalami luka parah yaitu Dicky Agis Pratama, warga Desa Sugihwaras.

Pria berusia 23 tahun ini mengalami patah tulang saat bentrokan terjadi pada Kamis 18 Juni 2020 sore. Dicky saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Caruban.

Saudara Dicky, Yuniarti, mengatakan saudaranya menjadi korban dalam bentrok di Madiun yang melibatkan ratusan pesilat tersebut. Sebelum kejadian, Dicky berada di luar rumah sedang membelikan makanan untuk istrinya yang berada di rumah.

Baca Juga: Pencak Silat Resmi Jadi Warisan Tak Benda Dunia

Namun, setelah mengetahui ada bentrokan pesilat itu, Dicky langsung pulang. Terlebih rumahnya menjadi sasaran lemparan batu oleh pesilat yang saling berseteru.

"Korban ini langsung masuk ke rumah untuk menyelamatkan anak dan istrinya," kata dia sebagaimana dikutip dari Solopos pada Sabtu (20/6/2020).

Padahal, korban tak terkait dengan kelompok yang berseteru dalam bentrok pesilat di Madiun tersebut. Setelah anak dan istrinya selamat, kata Yuniarti, saudaranya itu langsung keluar rumah.

Baca Juga: Diakui UNESCO, TNI AD Lestarikan Pencak Silat Tradisional

Saat di luar rumah itu, korban terkena serangan hingga mengalami patah tulang di bagian kaki.

Korban saat ini masih dirawat di ruang Alamanda RSUD Caruban. Kepala ruang Alamanda RSUD Caruban, Danang Sasongko, mengatakan saat ini korban masih menjalani perawatan.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini