Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Meningkat, 11 Orang Meninggal

Asep Juhariyono , Jurnalis-Senin, 22 Juni 2020 |19:18 WIB
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Meningkat, 11 Orang Meninggal
Fogging untuk mencegah kasus DBD di Tasikmalaya. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)
A
A
A

TASIKMALAYA – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, meningkat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Dinas Kesehatan Tasikmalaya mencatat hampir 500 warga terjangkit DBD.

Pemerintah daerah setempat belum menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Padahal 11 orang dari 500 yang terkena DBD ini meninggal dunia. Enam di antaranya anak-anak.

Selama tiga bulan terakhir, peningkatan kasus DBD di Tasikmalaya hampir 100 persen. Pasien yang banyak diserang adalah balita, dewasa, dan orangtua. Rata-rata pasien berumur 4 sampai 65 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, sejak Januari-Mei 2020, kasus DBD mencapai 412 kasus dengan angka kematian delapan orang. "Kini kasusnya meningkat," ujar Uus Supangat.

Fogging untuk mencegah DBD di Tasikmalaya. (Foto : iNews/Asep Juhariyono)

Pihaknya melalui puskesmas terus berupaya melakukan penyuluhan di masyarakat. Selain itu, pihaknya menggerakkan kembali RW Siaga di setiap perkampungan. Langkah ini untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti ini.

"Selain melakukan fogging, pemerintah daerah terus menggalakkan PSN (penyemprotan sarang nyamuk) di setiap wilayah endemi," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement