Ayah Tiri Bunuh 2 Anaknya Diduga Gara-Gara Minta Es Krim

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Senin 22 Juni 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 608 2234299 ayah-tiri-bunuh-2-anaknya-diduga-gara-gara-minta-es-krim-encHy7fN4R.jpg Dua anak ini dibunuh ayah tirinya (Foto : Okezone.com/Wahyudi)

MEDAN – Polisi menangkap Rahmadsyah (30), ayah tiri sekaligus tersangka pembunuhan terhadap dua bocah di Medan, Sumatera Utara. Informasi yang dihimpun, Rahmadsyah ditangkap di Kawasan Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara pada Minggu, 21 Juni 2020 malam.

“Iya benar sudah tertangkap. Tersangka merupakan ayah tiri kedua korban,” sebut Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yakin, Senin (22/6/2020)

Rahmadsyah dikabarkan sakit hati kepada kedua bocah itu karena persoalan sepele. Sehingga dia nekat menghabisi kedua anak tirinya itu. Sakit hati Rahmadsyah lantaran kedua anaknya menyebut ingin ganti ayah. Perkataan itu dilontarkan kedua bocah itu setelah Rahmadsyah menolak memberikan uang untuk membeli es krim kepada mereka.

Namun Iptu Ainul Yakin belum mau menyampaikan detail motif dibalik aksi pembunuhan tersebut. Dia menyatakan tersangka masih menjalani pemeriksaan. “Masih kita periksa,” tukasnya.

Untuk diketahui, Rahmadsyah ditangkap karena patut diduga telah membunuh dua anak tirinya. Yakni Fatahillah (10) dan Rafa (5).

Kasus pembunuhan ini terungkap setelah ibu korban, Fahtulzannah (30), menemukan jenazah Fatahillah di salah satu sudut bangunan di lingungan Sekolah Global Prima, Jalan Brigjen Katamso Medan pada Minggu, 21 Juni 2020 kemarin.

Fahtulzannah awalnya curiga dengan kedua anaknya yang tak pulang ke rumah. Saat Fahtulzannah menghubungi suaminya, sang suami memintanya untuk mencari ke Sekolah Global Prima.

Begitu dicari ke lokasi tersebut, mayat Fatahillah ditemukan dalam kondisi telentang dan wajahnya memar. Korban diduga tewas setelah dibenturkan ke dinding.

Baca Juga : Sebelum ke Rumah Nus Kei, Kelompok John Kei Bunuh Satu Orang di Kosambi

Baca Juga : Pembesuk Belum Boleh Bertatap Muka dengan Napi Lapas Sukamiskin

Setelah menemukan jenazah Fatahillah, sang ibu dibantu warga kemudian menyisir seluruh sudut di lingkungan Sekolah Global Prima dan menemukan jenazah Rafa di dalam parit dengan kondisi tertutup triplek dan karton.

Saat ini pra-rekonstruksi kasus pembunuhan itu sedang berlangsung. Sementara jenazah korban sudah dikembalikan ke keluarganya untuk dimakamkan. Kedua jenazah sebelumnya dievakausi ke RS Bhayangkara Medan untuk kepentingan autopsi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini