Setelah memarkirkan sepeda motor di area parkir, Jarot berjalan terlebih dahulu menuju pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu. Di pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu, Jarot masih membaca informasi bila jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu, masih belum dibuka untuk umum alias masih ditutup.
"Empat teman saya masih di area parkir Cemoro Kandang. Saya berjalan dulu ke pintu masuk Cemoro Kandang. Di pintu masuk Cemoro Kandang, saya baca kalau jalur pendakian masih ditutup untuk umum," jelasnya.
Saat asyik melihat pengumuman jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup, Jarot mendengar adanya teriakan dari pos pendaftaran pendakian Gunung Lawu.
Saat melihat ke atas, Jarot melihat ada anggota polisi berseragam, berlarian. Di belakangnya, terlihat seorang laki-laki menggunakan kopiah dan tutup muka atau slayer mengayun-ayunkan senjata tajam ke arah polisi tersebut.
"Saya tak tahu yang dikejar pria bersenjata tajam itu pak Wakapolres. Saya dengar pak Wakapolres teriak 'awas ada yang bawa senjata tajam'. Terus saya nengok ke atas. Dan melihat ada yang mengejar pak polisi pakai senjata tajam," papar Jarot.