Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Korban Jarot Melihat Wakapolres Karanganyar Lari Dikejar Pria Bersenjata Tajam

Bramantyo , Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2020 |10:47 WIB
Cerita Korban Jarot Melihat Wakapolres Karanganyar Lari Dikejar Pria Bersenjata Tajam
Jarot Broto Sarwono, salah warga yang ikut menjadi korban penyerangan bersama Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Gunung Lawu (Foto: Okezone/Bramantyo)
A
A
A

Spontan, begitu mendengar teriakan ada yang membawa senjata tajam, Jarot pun langsung mengambil batu. Batu tersebut sengaja diambil, karena dirinya takut pria yang membawa senjata tajam itu berlari kearahnya.

"Saya langsung ambil batu berukuran lumayan besar. Soalnya, kalau orang yang bawa senjata tajam itu kan arahnya tidak tahu kemana. Bisa juga ke arah saya," terangnya.

Dan apa yang ditakutkan benar juga. Meski kaki pelaku yang menyerang Wakapolres sudah ditembak, pelaku penyerangan itu masih bisa berlari ke arahnya. "Padahal, kakinya (pelaku) sudah ditembak. Tapi orangnya masih bisa lari. Tahu-tahu, orang itu berbelok ke arah saya. Langsung saja saya lempar pakai batu, kena batoknya (kepala) dan jatuh tersungkur," jelasnya.

Setelah pelaku tersungkur, Jarot merasakan pundaknya panas yang luar biasa. Jarot tak menduga, sebelum pelaku tersungkur setelah dilempar batu yang dibawanya, dirinya terkena sabetan senjata tajam pelaku.

Saat tahu dirinya terkena sabetan Sajam pelaku, Jarot pun menghampiri Wakapolres Kompol Busroni. Pada Busroni, dirinya bilang kalau terkena sabetan senjata.

"Pak polisi yang diserang pelaku itu langsung meminta saya untuk naik ke dalam mobilnya untuk dibawa ke puskesmas Tawangmangu. Di dalam mobil, saya lihat ada pak polisi lain yang juga terluka," terangnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement