Sebagian Warga Yahudi Israel Tak Setuju Rencana Netanyahu Aneksasi Tepi Barat

Agregasi VOA, · Rabu 24 Juni 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 18 2235543 sebagian-warga-yahudi-israel-tak-setuju-rencana-netanyahu-aneksasi-tepi-barat-XxJML4MlH9.jpg Pemukiman Yahudi Mitzpe Yeriho di Tepi Barat. (Foto: AP)

WARGA Yahudi Israel memiliki perbedaan pendapat mengenai upaya aneksasi Zionis terhadap wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki.

Dengan rencana aneksasi itu Perdana Menteri Benyamin Netanyahu bermaksud memberlakukan kedaulatan Israel di lebih dari 130 permukiman Yahudi, sebagaimana tercantum dalam rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, atau yang dikenal sebagai “Kesepakatan Abad Ini”.

Warga Palestina sangat menentang rencana itu. Dan meski sebagian besar pemukim Yahudi mendukungnya, beberapa pemukim khawatir langkah itu bisa mengarah terbentuknya sebuah negara Palestina di bagian Tepi Barat yang tidak dicaplok.

Wali Kota Efrat Oded Revivi dengan bersemangat mengantisipasi aneksasi permukiman itu, di mana 16.000 warga Israel tinggal di sebelah Kota Bethlehem, wilayah Palestina.

Itu adalah bagian dari rencana perdamaian Trump yang memungkinkan Israel mencaplok hingga 30 persen dari Tepi Barat. Namun masih belum ada peta yang menunjukkan secara khusus wilayah mana yang akan dimasukkan dalam aneksasi tersebut.

"Saya pikir kesepakatan Trump merupakan peluang sangat besar yang tidak boleh kami lewatkan, peluang yang kami tidak tahu kapan akan ada lagi," kata Revivi sebagaimana dilansir VOA.

"Peluang yang tidak hanya memperhitungkan apa yang bisa kami dapatkan, tetapi juga lingkungan sekitarnya di mana kami berada saat ini, mengenai status Otoritas Palestina," ujarnya.

Namun beberapa warga Efrat percaya, pencaplokan akan menjadi kesalahan strategis. Mereka menganggap, langkah itu hanya untuk kepentingan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah didakwa dengan tuduhan korupsi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini