Hamas: Aneksasi Tepi Barat Adalah Pernyataan Perang yang Akan Disesali Israel

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 Juni 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 26 18 2236681 hamas-aneksasi-tepi-barat-adalah-pernyataan-perang-yang-akan-disesali-israel-w3f1RWXcE9.jpg Foto: Reuters.

KELOMPOK Hamas memperingatkan bahwa Israel akan membayar "harga yang belum pernah dialami sebelumnya" jika melanjutkan rencananya mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki. Hamas mengatakan, langkah aneksasi itu akan menjadi “pernyataan perang” Israel terhadap Palestina.

Dalam video berbahasa Arab yang diterbitkan pada Kamis (25/6/2020), Juru Bicara Hamas Abu Obeida mengatakan rencana Israel adalah "kriminal" dan akan menjadi "pencurian terbesar tanah Palestina dalam beberapa dekade". Dia berjanji bahwa Hamas, kelompok yang menguasai Tepi Barat, akan menjaga tanah Palestina dan rakyatnya.

BACA JUGA: Indonesia Ajak ASEAN Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

Diwartakan RT, Obeida mengatakan organisasi itu tidak membuat banyak pernyataan, tetapi ingin menegaskan dengan jelas bahwa pihaknya menganggap keputusan ini sebagai deklarasi perang terhadap rakyat Palestina. Dia menambahkan bahwa Israel akan menyesal jika melanjutkan dengan aneksasi dan bahwa "pendudukan akan membayar harga yang belum pernah mereka alami sebelumnya".

Sebelumnya, pada Senin (22/6/2020), pejabat senior Hamas lainnya mengatakan rencana aneksasi Israel itu harus "dihadapkan dengan perlawanan dalam segala bentuk" dan menyerukan persatuan dengan Otoritas Palestina, meskipun ada perpecahan di antara keduanya. Sebuah pernyataan yang menyebut rencana aneksasi itu "konspirasi yang ditenun oleh pendudukan Zionis."

BACA JUGA: Pakar PBB Kecam Rencana Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin memulai proses untuk menganeksasi bagian-bagian Tepi Barat, tempat lebih dari 420.000 pemukim Yahudi tinggal, mulai 1 Juli, sebagai bagian dari inisiatif "visi untuk perdamaian" Amerika Serikat (AS). Palestina telah menolak rencana yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Januari itu.

PBB baru-baru ini mengecam keputusan Netanyahu tersebut, menyebut aneksasi itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyatakan penyesalannya atas dukungan AS terhadap rencana Israel. Uni Eropa juga telah memperingatkan kemungkinan "pembalasan" untuk Israel dan mengatakan akan bekerja untuk "mencegah inisiatif yang mungkin mengarah kepada aneksasi."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini