BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menjadwalkan pembukaan kembali hari bebas kendaraan (CFD) Jalan Ahmad Yani pada Minggu 5 Juli 2020. Pembukaan itu untuk membahagikan masyarakat Kota Bekasi.
"Filosofinya masyarakat harus dibuat bahagia, sehingga imuniloginya menjadi kuat," kata Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Jumat (26/6/2020).
Terlebih, pasca dihentikan CFD akibat pandemi virus corona atau Covid-19, aktivitas masyarakat sempat dibatasi. Sehingga pihaknya menyadari masyarakat butuh hiburan agar imunitas mereka tetap terjaga.
"Sekarang masyarakat butuh hiburan, apresiasi, tempat dia berolahraga, tempat kegiatan di luar rumah dan murah," kata Tri.
Pemkot Bekasi memastikan tidak ada kepentingan ekonomi dari gelaran CFD yang sudah belangsung sejak beberapa tahun terakhir dan sempat dihentikan akibat Covid-19.
Baca Juga: DPRD DKI Dukung Penerapan CFD di 32 Lokasi
Dibukanya gelaran CFD, kata dia, pada dasarnya murni karena ingin memfasilitasi masyarakat berolahraga.
"Jadi kalau misalnya masyarakatnya bahagia, mereka butuh berolahraga, mudahan-mudahan, apalagi kemudian kena sinar matahari. Jadi sederhana. Bukan karena kita pengen mengejar di situ ekonomi, tetapi sebetulnya di mana masyarakat bisa bahagia berolahraga," bebernya.
Ketika disinggung mengenai fenomena dibukanya kembali CFD di Jakarta, yang pada akhirnya ditutup kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Tri mangaku hal itu tentu adalah langkah evaluasi.
Pemkot Bekasi tentunya juga akan melakunan evaluasi ketika CFD di Kota Tapal Batas ini sudah dibuka pada 5 Juli 2020 mendatang.
"Ya saya kira kita lihat evaluasi tanggal 5 Juli 2020, nanti kita siapkan alat-alat tes yang ada, kita sampai sejauh mana, kemudian CFD implikasinya terkait dengan terjadinya klaster baru," tutur Tri.
Baca Juga: Car Free Day Sudirman-Thamrin Ditutup, Ini 32 Lokasi CFD Minggu Depan
Tri pun optimis gelaran CFD nantinya tidak akan berdampak besar pada penularan Covid-19 di Kota Bekasi. Pasalnya, sejak diberlakukan PSBB proposional yang dibarengi dengan simulasi adapatasi new normal, angka penularan terus menunjukkan perbaikan.
"Kita optimis karena di beberapa tempat yang menjadi pusat kegiatan belum menunjukan ada tambahan kluster baru," jelasnya.
"Enggak usah susah-susahlah, pasar-pasar kita dibandingkan dengan Jakarta, pasar Jakarta sempat ada yang kemudian pedagangnya positif, kita kan enggak ada," pungkas Tri.
(Abu Sahma Pane)