Pengantin Boleh Tak Pakai Masker saat Gelar Pesta Pernikahan, Ini Alasannya

Agregasi Solopos, · Minggu 28 Juni 2020 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 512 2237695 pengantin-boleh-tak-pakai-masker-saat-gelar-pesta-pernikahan-ini-alasannya-yepdIH82ax.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SOLO – Pada awal-awal pandemi virus corona (Covid-19) pasangan yang hendak menikah di Solo dilarang mengadakan pesta, sebab akan terjadi kerumunan orang sehingga berisiko sebagai wadah penularan virus tersebut.

Namun kini pasangan yang hendak menikah di Solo sudah bisa menggelar pesta, bahkan pengantin boleh tampil tidak mengenakan masker.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan kelonggaran aturan nikah bagi warga yang ingin menggelar pesta di tengah pandemi Covid-19. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan pengantin boleh tidak memakai masker di pelaminan.

Dalam pesta pernikahan tersebut pengantin, orang tua, dan besaan boleh tidak menggunakan masker. Namun pesta harus diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Pelonggaran aturan nikah itu disampaikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat memberi sambutan penyerahan bantuan perkerasan (paving block) dari Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) kepada Pemkot di SDN Purwodiningratan, Jebres, Solo, Sabtu 27 Juni 2020.

Baca Juga: Resepsi Pernikahan Bakal Boleh di Wilayah Ini, Berikut Cara Urus Izinnya

“Pesta pernikahan ini sudah kami buatkan acuan. Pengantin, orangtua dan mertua tetap berada di pelaminan tanpa masker," terang Rudy sebagaimana dikutip dari Solopos.

Selain itu ada sejumlah aturan lain bagi warga yang ingin nikah di Solo pada masa pandemi ini. Yaitu tidak boleh ada prosesi salaman, bedol manten, serta aturan ketat penyajian makanan.

"Tidak ada acara bedol manten, tidak boleh ada salaman. Begitu juga dengan hidangan, disajikan dengan piring terbang tetapi tidak boleh digeser [estafet] oleh tamu. Tamu diberi piring satu per satu oleh petugas," sambung dia.

Lalu apa alasan pelonggaran ini termasuk boleh tak pakai masker bagi pengantin? Pelonggaran aturan nikah di Solo diberikan lantaran momen tersebut sakral dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. "Pernikahan adalah momen sekali seumur hidup bagi pasangan,” tegasnya.

Pelonggaran itu diatur dalam surat dengan surat edaran (SE) Wali Kota Solo Nomor 067/1210 tentang Perubahan Kedua Atas Pedoman Teknis Pelaksanaan Penanganan Covid-19, tertanggal 26 Juni 2020.

Dalam SE itu disebutkan, Pemkot melakukan pelonggaran kegiatan fasilitas tempat ibadah, tempat hiburan, rumah makan/restoran/kafe, pusat perbelanjaan/mal, pusat kuliner, gedung pertemuan, dan hotel.

Baca Juga:Sudah Amankan Jika Ingin Adakan Pesta Pernikahan?

Sebelum melaksanakan kegiatan, pengelola kegiatan/tasilitas tersebut mengirimkan proposal kepada Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Solo. Jumlah pengunjung/peserta yang diperbolehkan mengikuti kegiatan itu maksimal 50 persen dari kapasitas lokasi.

Durasi pertemuan massal dibatasi maksimal dua jam. Semuanya harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Solo berdasarkan proposal yang diajukan.

Pengelola kegiatan juga wajb menjalankan protokol kesehatan. Salah satunya menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Menyediakan alat pengecekan suhu tubuh, hand sanitizer, memakai masker, mengatur jarak aman minimal satu meter, dan menolak pengunjung/pembeli/pelanggan yang tidak memakai masker.

Salah satu pelaku bisnis penyelenggara pesta nikah-an di Solo, Anna Maritam, mengatakan pelonggaran ini akan mendorong geliat ekonomi, khususnya di Kota Solo.

“Pelonggaran ini tentu memperbesar harapan para pelaku bisnis terkait untuk bangkit dan berkembang lagi setelah terpuruk akibat sepinya acara di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini