China Paksa Wanita Uighur Pakai Kontrasepsi untuk Tekan Populasi Minoritas Muslim

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 29 Juni 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 29 18 2238264 china-paksa-wanita-uighur-pakai-kontrasepsi-untuk-tekan-populasi-minoritas-muslim-yi67fRsT8v.jpg Seorang perempuan Uighur menjaga anaknya di dekat Masjid Id Kah, Kashgar, Xinjiang, China. (Foto: AP)

Jika dia tidak melakukannya, mereka memperingatkan, dia akan bergabung dengan suaminya dan jutaan etnis minoritas lainnya yang dikurung di kamp-kamp pengasingan, seringkali karena memiliki terlalu banyak anak.

"Mencegah orang memiliki anak adalah salah," kata Omirzakh.

Dia berhutang banyak untuk mengumpulkan uang dan kemudian melarikan diri ke Kazakhstan. Menurutnya, Pemerintah China “ingin menghancurkan etnis Uighur sebagai manusia."

Lima belas orang Uighur dan Kazakh mengatakan kepada AP bahwa mereka mengenal beberapa orang yang ditahan atau dipenjara karena memiliki terlalu banyak anak. Banyak yang divonis bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun di penjara.

Menurut data dan wawancara, begitu berada di kamp penahanan, perempuan menjadi sasaran AKDR paksa dan apa yang tampak sebagai suntikan pencegahan kehamilan.

Tingkat kelahiran di sebagian besar wilayah Uighur di Hotan dan Kashgar anjlok lebih dari 60 persen dari 2015 hingga 2018, tahun terakhir yang tersedia dalam statistik pemerintah.

Penelitian baru yang diperoleh Associated Press sebelum publikasi oleh pakar China Adrian Zenz menyebutkan, ratusan juta dolar yang digelontorkan pemerintah ke dalam alat kontrasepsi telah mengubah Xinjiang dari salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat di China menjadi salah satu yang paling lambat hanya dalam beberapa tahun.

"Ini adalah bagian dari kampanye kontrol yang lebih luas untuk menaklukkan Uighur," kata Zenz, kontraktor independen yayasan nirlaba Victims of Communism Memorial Foundation di Washington, D.C.

Kementerian Luar Negeri China dan pemerintah Xinjiang tidak menanggapi beberapa permintaan komentar.

Namun, Beijing sebelumnya telah mengatakan bahwa langkah-langkah baru itu semata-mata dimaksudkan untuk keadilan, yang memungkinkan etnis China Han dan etnis minoritas memiliki jumlah anak yang sama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini