Ditangkap BNN, Kurir Sabu Jaringan Malaysia Diupah Rp20 Juta per Kilogram

Aminoer Rasyid, iNews · Senin 29 Juni 2020 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 340 2238164 ditangkap-bnn-kurir-sabu-jaringan-malaysia-diupah-rp20-juta-per-kilogram-ybbx14jECL.jpg BNN menangkap kurir narkoba jaringan Malaysia (Foto: iNews)

MEDAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan internasional. Barang haram yang dibawa dari Malaysia melalui Aceh dan Medan itu akan dikirim ke Surabaya. Para kurir diupah sebesar Rp20 juta untuk menjalankan misi tersebut.

Sabu seberat 40 kilogram yang dibungkus dalam kemasan teh China berhasil digagalkan melalui tiga operasi pada akhir pekan kemarin. Dalam pengungkapan ini, berhasil mengamankan enam orang tersangka yang ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni di Jalan Lintas Medan- Binjai, Kota Medan dan Aceh.

Operasi penangkapan ini bermula dari adanya informasi pergerakan kapal dari Malaysia, yang diduga membawa narkotika jenis sabu. Tim gabungan kemudian memantau pergerakan kapal itu di Beureun, Aceh.

Baca Juga: Nasib Apes Pengedar Narkoba di Bekasi: Nyemplung Got, Hape Hilang dan Ditangkap Polisi 

Kemudian, pada Sabtu lalu, tim gabungan mengendus pergerakan dua orang tersangka, yakni MF dan MR yang membawa sabu dari Aceh menuju Medan. Keduanya dibekuk di Jalan Binjai pada Sabtu petang dengan barang bukti 29 bungkus sabu.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, petugas kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yakni BW dan AM di lokasi parkir salah satu pusat perbelanjaan di kota Medan. Dua orang ini bertugas menjemput barang itu, kemudian dibawa untuk diedarkkan di Surabaya, Jawa Timur.

Pengembangan dilanjutkan ke wilayah Bireuen dan diamankan delapan bungkus narkotika jenis sabu yang disembunyikan RZ di gudang milik MRU. Kedua tersangka ini bertugas menjemput barang haram tersebut di perairan Malaysia.

“Ada 6 orang yang kita tangkap dua di Medan, ditangkap kilometer 14 Jalan Raya Binjai-Medan, kemudian dua di Bireun dan dua lagi di sebuah pusat perbelanjaan yang seharusnya menjemput untuk dibawa ke Surabaya,” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Senin 29/6/2020).

Kepada petugas, tersangka mengaku diupah sebesar Rp20 juta untuk tiap Kilogram sabu yang berhasil dikirim. Upah tersebut dihabiskan tersangka untuk membuat rumah, membeli kendaraan dan berfoya-foya.

Saat ini, para tersangka dan barang bukti masih diamankan di markas BNN Provinsi Sumatera Utara. Petugas juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia berinisial CDR.

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini