Polisi Sebut Demo Bansos Berujung Kericuhan di Madina Aksi Spontanitas

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 608 2238813 polisi-sebut-demo-bansos-berujung-kericuhan-di-madina-aksi-spontanitas-At4CbniYIh.jpg Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi. (Foto : Istimewa)

MEDAN - Polisi telah memulai penyelidikan terkait demo protes pembagian bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak virus corona (Covid-19) yang berujung ricuh di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara pada Senin, 29 Juni 2020.

Hal itu diungkapkan Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, Selasa (30/6/2020).

Menurut AKBP Horas, hingga saat ini pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi atas insiden itu. Namun sejauh ini, pihaknya belum melakukan penangkapan dan menetapkan tersangka.

“Belum ada yang ditangkap, masih dalam penyelidikan,” katanya.

Horas menyebut, kericuhan yang mengakibatkan enam polisi terluka dan sejumlah kendaraan dibakar itu sebagai aksi spontanitas massa.

“Sore itu sekitar pukul 17.00 WIB, massa spontan menyerang petugas dengan batu karena anggota mencoba bertahan untuk membubarkan massa. Namun, karena lokasinya di permukiman, ada anak-anak dan ibu-ibu, polisi menahan diri agar tidak ada yang terluka. Tapi, massa aksi terus melempari polisi, sehingga kita memilih mundur agar situasi kondusif,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution sebelumnya mengatakan jika kericuhan dalam aksi demonstrasi itu diduga akibat adanya pihak yang menunggangi aksi tersebut. Dahlan menuding lawan politik sang kepala desa menjadi orang yang menunggangi aksi itu.

“Mungkin lawan-lawan kades pada Pilkades lalu, tapi tanyakan ke Kapolres,” katanya.


Baca Juga : Demo Pembagian Bansos Berakhir Ricuh, Mobil Wakapolres Dibakar Massa

Kericuhan ini bermula dari desakan warga agar Kepala Desa Mompang Julu, mengundurkan diri atau diberhentikan. Itu karena ia dinilai tidak transparan dalam penyaluran dana bantuan sosial tunai covid-19, serta dalam pengelolaan dana Desa Mompang Julu sejak 2018.

Dalam aksinya, warga yang awalnya hanya berorasi kemudian melakukan pemblokiran jalan lintas sumatera utara, Medan-Padang yang ada di desa mereka. Aksi pemblokiran jalan itu kemudian coba dibubarkan polisi karena telah mengganggu kepentingan para pengguna jalan.

Namun bukannya mengikuti arahan polisi, warga malah menyerang petugas dengan batu secara membabi buta. Enam polisi terluka dalam kericuhan itu.


Baca Juga : Ricuh Demo Pembagian Bansos di Madina, Bupati: Ada yang Menunggangi

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini