Terdampak Ekstremisme Sayap Kanan, Pasukan Elite Jerman Dibubarkan Sebagian

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 18 2239302 terdampak-ekstremisme-sayap-kanan-pasukan-elite-jerman-dibubarkan-sebagian-FZL0WyYprQ.jpg Pasukan elite Jerman KSK. (Foto: Angkatan Bersenjata Jerman)

BERLIN - Menteri pertahanan Jerman mengatakan telah memerintahkan pembubaran sebagian pasukan komando elit (Kommando Spezialkräfte/KSK), yang belakangan dikecam karena peningkatan ekstremisme sayap kanan di jajarannya.

Kepada surat kabar Sueddeutsche Zeitung, Menhan Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan bahwa KSK telah "menjadi sebagian independen" dari rantai komando, dengan "budaya kepemimpinan yang beracun".

Pasukan elit Jerman itu telah mendapat kecaman karena banyak anggotanya dicurigai terpengaruh ekstremisme sayap kanan.

Awal tahun ini intelijen militer Jerman mengatakan menemukan ada hampir 600 tersangka pendukung sayap kanan di angkatan darat pada 2019, dan menyoroti KSK sebagai masalah khusus dengan 20 anggotanya dicurigai memiliki paham ekstremisme kanan.

Pada Mei, polisi menyita bahan peledak dan senjata di rumah seorang prajurit KSK.

Kramp-Karrenbauer telah membentuk kelompok kerja untuk memeriksa masalah tersebut, dan laporannya dipresentasikan pada Selasa (30/6/2020).

KSK "tidak dapat terus ada dalam bentuk saat ini" dan harus "diintegrasikan dengan lebih baik ke Bundeswehr (tentara Jerman)," kata laporan yang dilihat oleh kantor berita AFP itu.

Kramp-Karrenbauer mengatakan, salah satu dari empat kompi pasukan itu, di mana ekstremisme dikatakan sebagai yang paling marak, akan dibubarkan.

"Siapa pun yang berubah menjadi ekstremis sayap kanan tidak memiliki tempat di Bundeswehr dan harus meninggalkannya," katanya kepada radio Jerman sebagaimana dilansir BBC.

Operasi KSK akan dipindahkan ke unit lain sejauh mungkin, dan itu tidak akan ambil bagian dalam latihan dan misi internasional sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kramp-Karrenbauer mengatakan temuan terbaru, termasuk hilangnya 48.000 amunisi dan 62kg bahan peledak adalah sesuatu yang "mengganggu" dan "mengkhawatirkan".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini