Polisi Buru Dalang Kerusuhan Pembagian Bansos di Madina

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 01 Juli 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 608 2239459 polisi-buru-dalang-kerusuhan-pembagian-bansos-di-madina-QDWiEwqzGU.jpeg Mobil Wakapolres Madina dibakar massa aksi (Foto : Istimewa)

MEDAN – Polisi tengah memburu dalang di balik demo anarkis terkait pembagian Bantuan Sosial (Bansos) Tunai di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Senin, 29 Juni 2020.

Hal itu ditegaskan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin, di Medan, Rabu (1/7/2020).

Menurut Martuani, saat ini pihaknya masih bekerja menyelidiki kasus demo anarkis itu. Namun Polisi berkeyakinan, ada provokator yang menjadi dalang dibalik demo anarkis tersebut.

“Penyelidikan terhadap para provokator dan pelaku kerusuhan itu juga masih dilakukan. Saya akan lakukan, nanti tunggu saja waktunya, karena setiap pelanggaran hukum masih ada sanksi,” tegas Martuani.

Dugaan adanya provokator itu, kata Martuani, menguat setelah Polisi memintai keterangan sejumlah orang. Termasuk atas kepala Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, yang dituding melakukan penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial tunai serta pengelolaan dana desa.

“Sejauh ini kita belum mendapatkan pelanggaran seperti yang ditudingkan kepada Kepala Desa tersebut. Bahkan laporan yang saya terima, kepala desa ini sebenarnya bagus, tapi ada oknum-oknum yang memprovokatori,” tukasnya.

Martuani mengungkapkan, keputusan kepala desa terkait pembagian bantuan sosial tunai itu dibuat melalui musyawarah yang diikuti tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Musyawarah itu digelar karena awalnya tidak semua warga mendapatkan bantuan. Mereka pun sepakat untuk membaginya rata. Namun ada oknum-oknum yang memprovokasi dan mempermasalahkan keputusan itu.

"Jadi, kami belum menemukan pelanggaran yang dilakukan kepala desa. Sebenarnya niatnya baik tapi diterjemahkan lain oleh pihak-pihak lain," tegas Martuani.

Hal senada juga sebelumnya dikatakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution. Dahlan menyebut demo anarkis itu telah ditunggangi oleh lawan lawan politik dari kepala desa tersebut. “Ditunggangi itu. Mungkin ada lawan-lawan dia waktu Pilkades lalu, kalau menurut saya,” ungkap Dahlan.

Demo anarkis itu sendiri berawal dari aksi warga menuntut pemberhentian Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan. Hendri dituding telah melakukan penyimpangan terhadap penyaluran bantuan sosial tunai serta penggunaan dana desa.

Baca Juga : 10 Dokter di Surabaya Meninggal Dunia karena Corona

Baca Juga : Demo Pembagian Bansos Berakhir Ricuh, Mobil Wakapolres Dibakar Massa

Awalnya aksi dilakukan dengan berorasi. Namun belakangan, warga memblokade jalan lintas sumatera Medan-Padang, yang ada di desa tesebut. Polisi dan prajurit TNI sempat memediasi agar warga membuka blokade karena mengganggu pengguna jalan. Namun mereka justu dilempari dengan batu hingga enam anggota polisi terluka.

Pasca pelemparan itu, kerusuhan pun pecah. Massa aksi kemudian membakar 1 unit sepeda motor dan dua unit mobil yang ada di badan jalan. Termasuk mobil milik Wakapolres Madina.

Kerusuhan reda, setelah pada Selasa, 30 Juni 2020 sekitar subuh, Hendri Hasibuan membuat surat pengunduran diri dari posisi kepala desa.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini