Tunangan Khashoggi Berharap Ada Bukti Baru Terungkap di Pengadilan Turki

Agregasi VOA, · Jum'at 03 Juli 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 18 2240685 tunangan-khashoggi-berharap-ada-bukti-baru-terungkap-di-pengadilan-turki-XmnynZfPr3.jpg Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cenghiz. (Foto: AFP)

PENGADILAN Turki pada Jumat (3/7/2020) akan memulai persidangan terhadap 20 pejabat Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis Jamal Khasoggi di tahun 2018.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz berharap persidangan itu akan memberi kejelasan tentang kematian sang jurnalis dan di mana mayatnya disembunyikan.

Para jaksa penuntut Istanbul menuduh mantan Deputi Kepala Dinas Intelijen Umum Arab Saudi, Ahmed al-Asiri, dan mantan penasihat keluarga kerajaan Saud al-Qahtani mendorong “pembunuhan yang direncanakan dengan niat yang mengerikan,” sebut kantor kejaksaan pada Maret lalu.

Diwartakan VOA, disebutkan bahwa 18 terdakwa lainnya melakukan pembunuhan itu dengan mencekik Khashoggi, yang semakin kritis terhadap penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Ke 20 terdakwa semuanya diperkirakan akan diadili in absentia.

Serangan pada Oktober 2018 di konsulat Saudi di Istanbul memicu kecaman yang meluas, merusak hubungan antara Ankara dan Riyadh, dan mencemari citra Pangeran bin Salman di mata internasional.

Beberapa pemerintah negara Barat, serta CIA, telah menyatakan mereka meyakini putra mahkota Saudi itu memerintahkan pembunuhan – tuduhan yang dibantah para pejabat Saudi.

Khashoggi terakhir kali terlihat memasuki konsulat untuk meminta dokumen bagi pernikahannya. Para pejabat Turki menyatakan mayatnya dipotong-potong dan dipindahkan dari gedung konsulat. Jasadnya hingga kini belum ditemukan.

“Saya berharap kasus kriminal di Turki ini menjelaskan keberadaan jasad Jamal (dan) bukti-bukti mengenai para pembunuh,” kata Cengiz, kepada Reuters. Cengiz menunggu di luar konsulat pada hari Khashoggi dibunuh.

Ketika ditanya apakah Arab Saudi akan bekerja sama dalam proses hukum Turki, duta besar Saudi untuk PBB mengatakan Riyadh meminta Ankara agar berbagi bukti dengan para penyelidik Saudi, tetapi tidak menerima tanggapan untuk itu. “Turki tidak bekerja sama dengan Arab Saudi,” kata Abdullah al Mouallimi kepada wartawan.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini