Apes, ABG Ini Jual Handphone Curian ke Polisi

Sindonews, Sindonews · Sabtu 04 Juli 2020 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 340 2241251 apes-abg-ini-jual-handphone-curian-ke-polisi-00kdj1vTCe.jpg Foto: Sindonews

MAKASSAR – Seorang remaja Is (17) ditangkap polisi karena menjual handphone hasil curian. Pelaku awalnya diduga mendapatkan handphone dengan kekerasan atau begal. Dia ditangkap saat hendak menjual handphone hasil curianya kepada polisi melalui transaksi tatap muka atau cash on delivery (COD).

Transaksi penjualan rencananya dilakukan di restoran cepat saji terkemuka di Jalan Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (3/7/2020) malam sekira pukul 20.00 WITA.

Komandan Tim (Dantim) Resmob Polsek Panakkukang, Bripka Zulkadri mengatakan handphone merek Oppo A83 warna hitam merupakan milik seorang warga di Kabupaten Gowa yang dirampas oleh pelaku bersama dua rekannya berinisial Kr dan Rn.

"Dari pengakuannya dia (Is), melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) bersama dua rekannya yang sementara masih dalam pencarian kami. Korban saat itu ditodong dengan sebilah parang. Komplotan ini cukup sadis, sudah termasuk begal," ujar Zulkadri dikutip Sindonews, Sabtu (4/7/2020)

Peristiwa pembegalan yang dialami korban terjadi di Jalan Poros Malino, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Kamis (2/7/2020) dini hari. Saat itu, kawanan begal ini mengambil tas berisi dua unit handphone, uang tunai, dan surat-surat penting milik korban.

Korban langsung melapor ke Tim Resmob Polda Sulsel, tidak lama anggota Resmob Polsek Panakkukang mendapatkan posting-an handphone yang mirip dengan kepunyaan korban.

"Berdasarkan informasi tersebut, anggota memancing pelaku untuk janjian membeli handphone diduga hasil curian itu di restoran cepat saji di wilayah hukum Polsek Panakkukang, hingga akhirnya berhasil kita amankan," jelasnya.

Aksi penangkapan pelaku sempat membuat heboh pengunjung McD Pettarani, beberapa warga sempat melayangkan bogem mentah ke wajah Is, beruntung polisi sigap meredam warga yang nampak emosi.

"Untuk pelaku kami sudah serahkan ke Polres Gowa, guna proses hukum lebih lanjut. Pasal yang diterapkan yaitu 365 KUHPidana, ancaman maksimal 12 tahun penjara,"tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini