Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandemi Covid-19, LSI Denny JA: Kondisi Ekonomi Semua Kalangan Memburuk

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |22:57 WIB
Pandemi Covid-19, LSI Denny JA: Kondisi Ekonomi Semua Kalangan Memburuk
Foto: Illustrasi Okezone.com
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menggelar survei terkait perekonomian masyarakat di saat pandemi Covid-19, dan hasil mayoritas masyarakat mulai cemas terhadap kondisi ekonomi yang dialaminya.

Survei tersebut dilakukan secara tatap muka pada 8-15 Juni 2020, menggunakan 8.000 responden di 8 provinsi besar di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Provinsi Bali. Sementara margin of error sekitar 2,05 %. Survei menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview) untuk memperkuat temuan dan analisa.

Hasilnya, sebesar 74,8 % publik menyatakan, bahwa kondisi ekonomi mereka saat pandemi Covid-19 lebih buruk dan bahkan jauh lebih buruk dibandingkan masa sebelum Covid-19. Hanya 22,4 % yang menyatakan, bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah dibandingkan masa sebelum Covid-19. Lalu hanya di bawah 2,2% yang menyatakan kondisi ekonomi mereka lebih baik.

”Mereka yang menyatakan kondisi ekonomi buruk merata di hampir semua segmen. Baik mereka yang kelas ekonomi atas maupun wong cilik, berpendidikan tinggi maupun rendah, tua maupun muda, dan semua konstituen partai politik,” ujar Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa dalam keterangannya, Selasa (7/7/2020).

 Korban Covid-19

Lalu, sambung Ardian, pada segmen ekonomi, semakin rendah tingkat ekonominya semakin tinggi persepsi bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Pada segmen ekonomi bawah, mereka yang menyatakan ekonomi mereka memburuk sebanyak 81,3%. Sementara mereka yang merasa ekonomi mereka tak berubah sebesar 15,8%.

Tak hanya segmen ekonomi bawah, pada segmen ekonomi atas, mereka yang berpendapatan diatas Rp4,5 juta/sebulan, sebanyak 59,9% menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka memburuk. Namun terdapat 37,3% responden yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah.

Sedangkan pada segmen pendidikan, semakin rendah tingkat pendidikan semakin tinggi pula persepsi bahwa ekonomi mereka memburuk. Pada segmen mereka yang terpelajar, pernah kuliah atau di atasnya, mereka yang menyatakan ekonomi mereka buruk sebanyak 62,5%. Sementara mereka yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi mereka tidak berubah sebanyak 34,3%.

 

Pada segmen pendidikan rendah, mereka yang hanya lulus SD atau dibawahnya, sebanyak 78,8% menyatakan kondisi ekonomi mereka memburuk.

“Dan hanya sebesar 18,4 persen yang menyatakan kondisi ekonomi mereka sama saja atau tida berubah,” sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement