ABK WNI Tewas Diduga Disiksa di Kapal China, Jasadnya Disimpan di Freezer

Gusti Yennosa, iNews · Rabu 08 Juli 2020 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 340 2243386 abk-wni-tewas-diduga-disiksa-di-kapal-china-jasadnya-disimpan-di-freezer-cAWq5J8X0s.jpg Tim Gabungan TNI-Polri evakuasi jasad ABK WNI di Kapal China (Foto: Ist/Gusti Yennosa)

BATAM - Diduga kerap disiksa di atas kapal ikan berbendera Tiongkok, satu orang anak buah kapal (ABK) asal Indonesia tewas. Jasad korban ditemukan tersimpan di bawah kapal tempat penyimpanan ikan dengan kodisi jasad korban diselimuti .

Tim Gabungan TNI-Polri dari Lantamal IV Tanjung Pinang serta Polda Kepri, pada Rabu (8/7/2020) siang berhasil mengamankan dua kapal ikan asing berbendera Tiongkok, yakni Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, dan Kapal Lu Huang Yuan Yu 117 di peraiaran perbatasan Indonesia-Singapura. Kedua kapal China ini diamankan setelah adanya laporan bahwa ABK asal Indonesia tewas setelah dianiaya di kapal ikan asing tersebut .

ABK asal Indonesia yang tewas Hasan Afriadi, warga Lampung. Ia diduga tewas setelah dianiaya di sebuah kapal ikan Chna Kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Diduga korban dianiaya oleh ABK asing warga Filipina.

Baca Juga: Polri Usut Proses Keberangkatan ABK WNI di Kapal China 

Jasad korban ditemukan petugas disimpan di dalam ruangan pendingin atau freezer. Saat ditemukan, jasad korban masih dalam keadan utuh menggunakan pakaian serta ditutupi selimut.

Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman mengatakan, dari hasil penyidikan sementara, korban tewas akibat disiksa karena ditemukan banyakluka lebam di tubuh korban. Tak hanya itu, para ABK asal Indonesia adalah korban perdagangan manusia, dan dokumen para ABK diduga palsu.

Polisi dari Ditkrimum Polda Kepri masih terus melakukan penyidikan secara maraton terhadap para ABK dari kedua kapal ikan milik China tersebut. Untuk jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhyangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum.

Sementara itu, Danlantamal IV, Laksamana Pertama Indarto Budiarto mengatakan, TNI mendapat informasi dari keluarga korban, lalu dilakukan pengejaran terhadap kedua kapal ikan China tersebut. Dalam pengejaran kedua kapal melintasi Pulau Nipah dan langsung dilakukan penyekatan.

Beruntung kedua kapal berhasil diamankan. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan jasad korban yang masih disimpan di ruangan pendingin .

Baca Juga: Buka-bukaan Keluarga ABK WNI Kapal China 

Selain mengamankan dua kapal ikan asing, petugas juga berhasil mengamankan sebanyak 21 orang ABK asal Indonesia, 18 orang warga negara Filipina. Saat ini, kedua kapal masih dalam pemeriksaan tim gabugan TNI-Polri di Dermaga Lanal Batam.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini