Mahkamah Agung AS Putuskan Setengah Negara Bagian Oklahoma Sebagai Wilayah Indian

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 18 2244237 mahkamah-agung-as-putuskan-setengah-wilayah-oklahoma-sebagai-wilayah-indian-onfeMO9cwo.jpg Pria dari Suku Muscogee berdiri di Reservasi Indian Standing Rock, North Dakota, 11 November 2018. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC - Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) telah memutuskan bahwa sekira setengah dari wilayah Oklahoma adalah milik penduduk asli Amerika, dalam sebuah kasus penting yang juga membatalkan hukuman bagi pemerkosaan anak.

Hakim Mahkamah Agung AS memutuskan 5 banding 4 bahwa bagian timur Oklahoma, termasuk kota terbesar keduanya, Tulsa, harus diakui sebagai bagian dari wilayah reservasi penduduk asli Indian Creek, atau yang sekarang dikenal sebagai Muskogee.

Kasus ini dibawa ke pengadilan oleh Jimcy McGirt, yang dihukum pada 1997, karena memperkosa seorang gadis. Dia berargumen bahwa serangan tersebut terjadi di tanah milik Bangsa Muscogee, dengan mengutip bukti-bukti historis.

Lima hakim dari sembilan hakim Mahkamah Agung memutuskan bahwa sebagian besar Oklahoma sebenarnya adalah "negara Indian" untuk tujuan hukum pidana. Mereka menyatakan bahwa Perjanjian 1866 yang dibuat Pemerintah AS dengan suku Creek, masih diterapkan, meski Oklahoma telah menjalankan yurisdiksi di sana selama lebih dari satu abad.

“Hari ini kita ditanya apakah tanah perjanjian ini dijanjikan tetap menjadi reservasi Indian untuk tujuan hukum pidana federal. Karena Kongres belum mengatakan sebaliknya, kami memegang pemerintahan untuk kata-katanya," tulis Hakim Neil Gorsuch dalam putusannya sebagaimana dilansir Reuters.

Muscogee sendiri merayakan putusan itu, dengan duta besar mereka Jonodev Chaudhuri menyatakan bahwa "untuk sekali Amerika Serikat memegang janji-janjinya."

Dalam pernyataan bersama, Oklahoma, Suku Creek dan empat suku lainnya dari apa yang dikenal sebagai "Lima Suku" Oklahoma mengatakan mereka membuat "kemajuan substansial" menuju kesepakatan tentang yurisdiksi bersama yang akan mereka presentasikan kepada pemerintah federal. Suku-suku lainnya adalah Cherokee, Chickasaw, Choctaw dan Seminole.

Putusan itu berarti beberapa anggota suku yang dinyatakan bersalah di pengadilan negara bagian atas pelanggaran yang dilakukan atas tanah yang dipermasalahkan sekarang dapat menentang hukuman mereka.

Pemerintah AS memang memiliki sejarah panjang janji yang dilanggar terkait perjanjian dengan suku-suku asli Amerika, terutama selama ekspansi ke barat yang mengikuti Perang Saudara 1861-65.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini